Beranda Tausiah

Khutbah al-Asybāh Ali ibn Abi Thalib, bagian-2

BERBAGI
gb ali
(gb. gaung-belida)
gb ali
(gb. gaung-belida)

Tentang Ciptaan Allah
Dia mengawali penciptaan tanpa suatu contoh yang mungkin diikuti-Nya, dan tanpa suatu contoh yang disediakan oleh suatu pencipta yang diketahui yang ada sebelum-Nya. la menunjukkan kepada kita kerajaan dari kekuasaan-Nya, dan hal-hal menakjubkan yang berbicara tentang kebijaksanaan-Nya.

 

Pengakuan dari hal-hal yang diciptakan bahwa wujud mereka adalah karena Dia, menyadarkan kita bahwa argumen telah disediakan tentang mengenal Dia (sehingga tak ada alasan untuk menentang-nya). Tanda-tanda kekuasaan penciptaan-Nya dan panji kebijaksanaan-Nya tersedia pada hal-hal menakjubkan yang la ciptakan. Segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya adalah hujah yang membenarkan-Nya dan petunjuk menuju kepada-Nya. Bahkan benda yang membungkam seakan-akan berkata, dan petunjuknya kepada Pencipta adalah jelas.

 

Saya bersaksi bahwa orang yang menyerupakan Engkau dengan keterpisahan anggota-anggota badan, atau dengan memadukan ujung-ujung jasadnya, tidaklah mengenalkan batinnya dengan pengetahuan tentang Engkau, dan hatinya tidak mendapat keyakinan bahwa tiada serikat bagi-Mu. Seakan-akan ia belum mendengar para pengikut (yang salah) yang raenyangkali dewa-dewa mereka dengan mengatakan, “Demi Allah, sungguh kita dahulu dalam kesesatan yang nyata, karena kita mernpersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam” (QS. 26:97-98) Salahlah mereka yang menyerupakan Engkau dengan berhala-berhala mereka, dan membusanai-Mu dengan busana para makhluk dengan khayalan mereka, menyifatkan kepada-Mu bagian-bagian badan dengan pikiran mereka sendiri, dan memandang Engkau seperti makhluk-makhluk berbagai jenis, melalui pekerjaan akalnya.

 

Saya bersaksi bahwa barangsiapa menyamakan Engkau dengan apa pun dari antara cipataan-Mu (maka ia) mengambil saingan bagi-Mu, dan barangsiapa mengambil saingan bagi-Mu adalah kafir, sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam ayat-ayat-Mu yang tak meragukan dan yang ditunjukkan oleh tanda dari hujah-hujah-Mu yang jelas. (Saya pun bersaksi bahwa) Engkau Allah yang tak dapat dibataskan dalam (belenggu) pikiran sehingga mengakui perubahan keadaan dengan memasuki khayalannya, tidak pula dalam belenggu akal sehingga menjadi berbatas dan (menjadi) obyek perubahan.

 

Bagian dari Khotbah yang Sama Tentang Kesempurnaan Terbesar dalam Ciptaan Allah
Dia telah menetapkan batas-batas atas segala sesuatu yang la ciptakan dan telah mengukuhkan batas-batas itu, dan la telah menetapkan bekerjanya, dan membuat bekerjanya halus. la telah menetapkan arahnya dan (arah) itu tidak melanggar batas-batas kedudukannya, tidak pula kekurangan untuk mencapai akhir tujuannya. la tidak membangkang bilamana diperintahkan untuk bergerak atas kehendak-Nya; dan betapa mungkin ia membangkang padahal segala sesuatu diperintah oleh kehendak-Nya. la pembuat aneka ragam hal tanpa menggunakan khayalan, tanpa dorongan gerak hati, yang tersembunyi pada-Nya, tanpa (penggunaan) suatu eksperimen yang diambil dari pasang surutnya waktu, dan tanpa suatu mitra yang dapat membantu-Nya dalam menciptakan hal-hal yang menakjubkan.

 

Demikianlah penciptaan disempurnakan dengan perintah-Nya, dan ciptaan itu tunduk dengan taat kepada-Nya dan menjawab seruan-Nya. Kemalasan seorang pemalas atau keengganan seorang pencari dalih tidak menghalanginya dari berbuat demikian. Demikianlah la meluruskan lekukan-lekukan dan menetapkan batas-batasnya. Dengan kekuasaan-Nya la menciptakan hubungan dalam bagian-bagiannya yang saling bertentang-an dan memadukan faktor-faktor kesamaan. Kemudian la memisahkan mereka dalam aneka ragam yang berbeda dalam batas-batas, jumlah, sifat dan bentuk. Semua ini adalah ciptaan baru. la mengukuhkannya dan mem-bentuknya menurut kehendak-Nya dan mengadakannya.

 

Bagian dari Khotbah yang Sama Mengandung Gambaran tentang Langit
Dia mengatur rendah dan tingginya rongga-rongga langit. la menggabungkan luas dan patahan-patahannya dan memadukannya bersama-sama. la memudahkan pendekatan kepada ketinggiannya bagi mereka (malaikat) yang turun dengan (membawa) perintah-Nya dan mereka (malaikat) yang naik dengan amal perbuatan makhluk-makhluk. la memanggilnya ketika masih (dalam bentuk) kabut. Serentak hubungan sendi-sendinya berpadu. Kemudian Allah membuka pintu yang tertutup dan menempatkan para penjaga meteor pada rongga-rongganya, dan menahannya dengan tangan-Nya (kekuasaan-Nya) agar tak jatuh dalam keluasan udara.

 

Dia memerintahkannya supaya tetap diam menaati perintah-perintah-Nya. la menjadikan mataharinya (sebagai) pertanda bagi cerah harinya, dan bulan sebagai pertanda bagi gelap malamnya. Kemudian la menggerakkannya pada orbit-orbitnya dan mengatur kecepatan gerakannya dalam tahap-tahap dari jalan-jalannya untuk membedakan dengan bantuannya antara malam dan siang, dan supaya perhitungan tahun dapat diketahui dengan gerakan-gerakannya yang tetap. Kemudian la menggantungkan dalam kekuasaannya langit dan memasang padanya hiasannya yang terdiri dari permata-permata terang dan bintang-bintang yang laksana lampu. la menembakkan pada para pendengar sembunyi-sembunyi panah-panah meteor yang terang. la menggerakkannya pada jalannya dan menjadikannya bintang-bintang tetap, bintang-bintang bergerak, bintang-bintang yang menurun, bintang-bintang tak menyenangkan dan bintang-bintang mujur.(pesantrenglobal)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.