Beranda Tausiah

Asal Muasal Istighotsah

BERBAGI
Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, DR KH Said Aqil Sirodj sedang memimpin Istighotsah bersama pimpinan parpol di Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]
Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, DR KH Said Aqil Sirodj sedang memimpin Istighotsah bersama pimpinan parpol di Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]
Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, DR KH Said Aqil Sirodj sedang memimpin Istighotsah bersama pimpinan parpol di Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]

 

berita9online, Istighotsah bermula ketika Rasulullah memimpin kaum Muslimin dalam perang Badar melawan kaum kafir musyrikin. Sebelum perang Rasulullah melakukan Istighotsah kepada Allah. Kemudian Allah memberikan pertolongan dengan menurunkan 1000 pasukan malaikat.

 

Intastaghisuuna robbakum, wastajaaba lakum wa a’anni mumittukum bi alfin minal malaaikati murdafin. Ketika kamu minta tolong kepadaku, maka Allah mengabulkan permintaanmu (Muhammad), Aku turunkan, aku bantu kamu dengan 1000 malaikat”, demikian dijelaskan DR KH Said Aqil Sirodj dalam tausiyahnya di depan pimpinan partai politik, di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin, 7 April.

 

Kiai Said menceritakan, saat itu jumlah prajurit dari kalangan muslim hanya berjumlah 314 dengan senjata apa adanya, mengalahkan kaum musyrikin di bawah kepemimpinan Abu Jahl  dengan senjata lengkap, dengan jumlah kurang lebih 1000 orang.

 

Saat ini Istighotsah sudah menjadi tradisi bagi umat Islam di Indonesia, terutama bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Istighotsah dilakukan sendiri-sendiri atau berjamaah di suatu forum pengajian atau lainnya.

[mha]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.