Beranda Seni Budaya

Kemenag: Pekan Olah Raga&Seni Pesatren Akan Go Internasional

BERBAGI
POSPENAS VI Gorontalo.
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Wakil Gubernur Gorontalo, Ketua PANJATAPNAS dan Dirjen Pendidikan Islam dalam Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional POSPENAS VI,Gorontalo.

Gorontalo-berita9online, Penyelenggaraan even 3 tahunan yakni Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) ke 6 di Gorontalo, sudah 80 persen sukses dilakukan. Meskipun masih ada kekurangan, tapi banyak kelebihannya. “Saya melihat dan merasakan sendiri saat pembukaan bahwa pospenas tahun ini sangat berhasil,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Nur Syam kepada Duta usai pembukaan pospenas di Gor Merdeka, Gorontalo, Rabu, (25/6) malam.

Dikatakannya, bahwa tingkat keberhasilan itu dilihat dari tim Panjatapnas maupun panitia di daerah sangat luar biasa koordinasinya, berkali-kali koordinasi sehingga segala persiapan dan penyelenggaraan berjalan dengan sempurna. “Kedua, keberhasilan itu dilihat dari jumlah mencapai 5 ribu peserta yang hadir mengikuti Pospenas di Gorontalo dari 33 provinsi,” ungkap mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Belum lagi official, tambahnya, dan para Kakanwil dari seluruh Indonesia yang hadir ke Gorontalo dalam rangka mensukseskan dan menyemarakan acara pospenas. “Begitu juga tingkat kehadiran dari para pejabat di semua Kementrian telah hadir untuk mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Keberhasilan lain Pospenas menurut Nur Syam, karena rutinnya koordinasi antara 6 Kementrian pusat dengan panitia yang ada. “Jadi, memang koordinasi antara instansi terkait tahun memang luar biasa bagusnya, sehingga acara pospenas ini berjalan dengan baik dan sukses,” terangnya

Menurutnya, kegiatan pospenas perlu dikembangkan dan dikenalkan sampai mancanegara. Untuk itulah, Nur Syam berencana akan membuat even lebih besar lagi yakni pospenas tingkat Asia Tenggara (go internasional). “Mungkin tahun depan pospenas bisa ditingkatkan menjadi pekan olahraga dan seni antar pondok pesantren tingkat Asia Tenggara (Postat),” ujarnya

Meskipun dalam pembukaan pospenas, lanjut Nur Syam, yang jadwalnya dibuka oleh Menkokesra (Agung Laksono) berhalangan hadir, dan diwakili oleh Wakil Menteri Agama (Nasyaruddin Umar), tapi pembukaan pospenas sangat meriah dan bagus dari berbagai atraksi dan kekompakan devile peserta. “Artinya kita sudah terobati dengan kelancaran dan kekompakan peserta, panitia dalam pembukaan,” ungkapnya

Nur Syam optimis kedepan kegiatan pospenas akan lebih baik lagi, meskipun belum rampung dalam pelaksanaannya. Karenanya, porgram seperti inilah yang harus dikembangkan di pertahankan. “Walaupun acara belum selesai, tapi dilihat dari pembukaan terlihat acara pospenas 6 sukses,” yakinnya

Untuk itulah, ia berencana akan memberikan penghargaan (reward) tersendiri bagi santri-santri yang berprestasi untuk membekali keahliannya didalam olahraga seni dan keilmuan. “Memang harus ada penghargaan khusus bagi santri yang berprestasi, semisal biaya kuliah gratis full dan pembinaan lainnya, dan karena sesuai tujuan pemerintah, maka hal ini harus dilakukan, dan saatnya memikirkan nasib kedepan mereka,” tegas Nur Syam

Menurutnya, untuk evaluasi sementara, ada hal-hal yang kedepan perlu diperbaiki dalam kegiatan pospenas, yaitu masalah pemondokan peserta, untuk lebih dipersiapkan lebih matang dan tempat strategis, agar para peserta dan official nyaman dan bisa maksimal saat bertanding. Walaupun santri sudah terbiasa dengan sederhana, tapi dalam pospenas santri harus benar-benar terlayani dengan baik. “Terpenting dalam hal ini adalah adanya jalinan silaturrahmi yang kuat antar pesantren, oke saat bertanding mereka berlawanan, tapi diluar tentu persahabatan lebih diutamakan,” ungkapnya

Ia berharap, pospenas menghasilkan atlit-atlit yang berkuwalitas dan tangguh yang kedepan bisa bersaing dan bertanding pada even internasional sehingga santri bisa mengharumkan bangsa dan negara. Dan terpenting lagi adalah jalinan silaturrahmi dan pengalaman luar biasa sehingga menjadi bekal kelak santri dalam berkehidupan dan bernegara.

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.