Beranda Saintek

Teknologi Canggih Pesawat Komersial Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

BERBAGI
[foto: planespot]
[foto: planespot]
[foto: planespot]

Jakarta-berita9online, Belum ditemukannya pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines (MAS) yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014), menimbulkan tanda tanya mengenai sistem deteksi dan navigasi yang dimiliki pesawat terbang komersil masa kini.

 

Teknologi komunikasi canggih yang ada di era modern ini tentu saja banyak disematkan ke dalam pesawat terbang. Sayangnya, berbagai teknologi baru itu tidak dimanfaatkan secara optimal oleh maskapai penerbangan atau sang pilot.

 

Menurut Frank Graham Jr dari AeroVox Forensics, sebuah perusahaan konsultan keamanan penerbangan, banyak pesawat baru yang telah dilengkapi dengan teknologi yang memungkinkan pengawas penerbangan melacak posisi pesawat melalui berbagai cara. Selain melalui radar, kata Graham, pesawat terbang keluaran baru juga dilengkapi dengan sistem navigasi via satelit.

 

Meski demikian, tidak semua sistem tersebut dioperasikan dengan benar oleh maskapai penerbangan. Bahkan, umumnya maskapai hanya memanfaatkan sistem sesuai anjuran minimal standar penerbangan internasional, ungkap Graham seperti dilansir ComputerWorld.

 

Tidak dimanfaatkannya berbagai teknologi canggih yang ada dalam pesawat terbang komersial secara maksimal mungkin saja tidak akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari maskapai penerbangan.

 

Sebenarnya, dengan memenuhi standar minimal saja, pesawat sudah bisa dioperasikan dengan lancar untuk penerbangan lokal maupun internasional.

 

Tetapi, menurut Graham, jika terjadi situasi darurat seperti yang ada pada penerbangan MH370, tidak beroperasinya berbagai teknologi canggih tersebut bisa jadi berakibat fatal, termasuk sulitnya menentukan posisi pesawat ketika menghilang dari radar.

 

Pihak AeroVox Forensics mengaku bahwa mereka tidak mengetahui standar seperti apa yang diterapkan oleh Malaysia Airlines pada pesawat-pesawat milik maskapai itu.

 

Perusahaan konsultan keamanan penerbangan ini hanya berusaha menghimbau para maskapai untuk tidak menyepelekan adanya teknologi canggih dalam pesawat.

 

AeroVox Forensics pun menganjurkan para maskapai tetap mengoperasikan semua peralatan dengan teknologi canggih tersebut dengan baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

[beritajatim]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.