Beranda Opini

Inspirasi Maulid: Intelektual dan Spiritual Power Muhammad SAW

BERBAGI
ilustrasi [republika]

berita9online, Ilmuan AS dibidang astronomi dan geometri, Michael Hart, (non muslim) telah menempatkan nabi Muhammad SAW sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia. Penilaian tersebut tentu didasarkan kaidah akademik yang dapat dipertanggungjawabkan

Sementara nabi Isa AS, ditempatkan pada level dibawah Muhammad SAW, padahal pengikut nabi Isa AS jumlahnya jauh lebih besar.

Ini menunjukkan, pengaruh Muhammad SAW tidak hanya dilihat dari kuantitas, tetapi dinilai lebih berkualitas dibandingkan pengaruh Isa AS.

Michael melihat ketokohan nabi Muhammad SAW adalah kombinasi antara pemimpin agama dan dunia yang melekat pada pribadinya, “sehingga saya menganggap Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia”, demikain ujar Michael hart.

Pengaruh Muhammad SAW menyentuh dimensi intelektual dan spiritualitas manusia.
Ajaran Muhammad SAW bisa dinalar oleh akal sehat, sekaligus dapat memenuhi keperluan sepritualitas manusia.

Ajaran Muhammad SAW menggabungkan antara Syariah nabi Musa AS yang keras, tegas, rasional dan syariah Isa AS yang lembut, yang selanjutnya diformulasikan dalam konsep amar makruf nahi Munkar.

Oleh karena itu, tidak segan-segan Muhammad SAW untuk angkat senjata dan berperang, tetapi disisi lain juga toleransi, damai dan memaafkan.

Ajaran nabi Muhammad SAW menggabungkan antara kesenangan yang didasarkan dari pertimbangan rasional dan ketenangan yang tumbuh dalam spritualitas Manusia.

Karena itu Muhammad SAW mendorong umatnya mencari harta dan dunianya untuk memenuhi kesenangan, namun disisi lain menekankan ibadah agar tumbuh ketenangan, empati dan peduli. Gabungan antara kesenangan dan ketenangan itu hakikat sebuah kebahagiaan.

Ajaran Muhammad SAW telah menginspirasikan berkembangnya sains teknologi, sistem ekonomi yang membawa kemakmuran dan tatanan kehidupan yang berperadaban damai dan harmoni.

Ajaran Muhammad SWA mampu bertahan dan selalu relevan menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

Ajaran Muhammad SAW juga memotivasi sekaligus memberi solusi ketika menghadapi berbagai problematika kehidupan.

Allah menjadikan Beliau sebagai uswah bagi lahirnya peradaban, uswah bagi sebuah kemajuan, uswah untuk membawa kehidupan yang selamat, damai di dunia dan akhirat.

Itulah sebabnya oleh Allah nabi Muhammad SAW dinobatkan sebagai Rahmat bagi sekalian alam.
[Muhlas Syarkun-redaksi Risalah NU]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.