Beranda Opini

Evaluasi Nabi Muhammad SAW Menjelang Akhir Hayatnya

BERBAGI
Ilustrasi [husnaamin]

berita9online, Beberapa hari sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, beliau melakukan semacam evaluasi hasil dakwah selama 23 tahun. Di hadapan sahabat, Nabi menegaskan intinya, ..”Dulu engkau jahil, setelah Islam datang engkau telah berubah menjadi orang berima, dulu sebelum datangnya Islam engkau suka bertengkar, tetapi setelah Islam datang kini bersatu saling mengasihi, dulu engkau miskin, tapi setelah Islam datang sekarang kaya dan berkecukupan”.

Demikian hasil evaluasi dakwah yang memberikan pemahaman bahwa Nabi melakukan transformasi tiga hal;

Pertama, Nabi melakukan transformasi keyakinan dari jahiliah menuju ketauhidan, dari kebodohan menuju keadaban, dari kegelapan menuju pencerahan dan menjelma menjadi peradaban yang agung.

Dengan keimanan itulah maka hati menjadi lembut, akalnya berubah menjadi jernih dan jiwanya merasa tenang. Semua ini mejadi landasan untuk menciptakan masyarakat damai dan harmonis.

Kedua, setelah memperkokoh keimanan, Nabi Muhammad SAW melakukan transformasi sosial, yaitu mengubah perilaku masyarakat yang terbiasa konflik, diubah menjadi saling mengasihi, gotong royong, musyawarah ketika timbul konflik, Nabi menyatukan dengan cara damai dan harmoni.

Nabi meletakkan dasar-dasar keadilan, persamaan dihadapan hukum, amar makruf ditingkatkan, nahi Munkar juga ditegakkan secara seimbang.

Maka terbentuklah masyarakat harmonis dan hal itu menjadi landasan utama dalam meningkatkan kesejahteraan.

Ketiga, setelah berhasil menciptakan masyarakat yang stabil, Nabi melakukan transformasi ekonomi. Sebagaimana diketahui, ketika itu pemilik modal ada ditangan kaum Yahudi, orang orang Arab menjadi korban praktek rentenir. Setelah Islam datang, Nabi memperkenalkan berbagai cara untuk meningkatkan ekonomi dengan menyerukan saling kerjasama, mengharamkan riba dan nabi tak segan segan datang di pasar memantau situasi untuk memastikan terjadinya sirkulasi barang secara sehat, agar tidak terjadi inflasi, dan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara meluas.

Nabi memperkenalkan cara mengatasi kemiskinan yaitu dengan zakat, sedekah, wakaf dan menerapkan sistem ekonomi yang berorientasi kepada kemakmuran bersama agar harta tidak beredar dikalangan orang tertentu saja.

Demikian visi Missi dakwah Nabi yang sangat komprehensif yaitu memastikan keimanan menjadi landasan, keharmonisan terwujud dalam kehidupan dan kemakmuran bisa dirasakan oleh semua pihak.

Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW mempunyai tanggung jawab untuk merealisasikan dan mewujudkan tiga hal tersebut dalam kehidupan agar kelak di akhirat kita menjadi umatnya yang layak mendapat syafaat nya, … amiiin.

[Mukhlas Syarkun-redaksi risalah nu]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.