Waspada Amnesia Sejarah

BERBAGI
nu.

nu.

NU Surabaya Gelar Sarasehan Kebangsaan

SURABAYA(berita9online)-Generasi muda, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya memahami sejarah bangsa Indonesia. Peran aktif kaum santri dan warga Nahdliyin dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia seharusnya dipahami dan dipelajari, sehingga generasi muda tidak mengalami amnesia sejarah.

”Sejak awal generasi muda NU perlu diberikan wawasan agar tidak salah langkah. Kita ambil contoh, banyak kaum muda Nahdliyin kurang memahami bahwa NU berjuang melawan PKI yang kerap melakukan perongrongan, pengkhianatan dan pemberontakan, terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti terjadi pada 1948 di Madiun dan pemberontakan G30S/PKI tahun 1965” tutur KH Ahmad Saiful Chalim AR, Ketua PCNU Surabaya, kemarin.

Menurut Gus Saiful – panggilan akrab cucu pencipta lambing NU KH Ridlwan Abdullah –, gerakan komunisme di Indonesia perlu diwaspadai karena bisa mengancam keutuhan NKRI. Harus ada sikap hati-hati dan waspada. Dalam kaitan ini, warga NU diimbau untuk mencari pemimpin di negeri ini, jangan sampai disusupi oknum berpaham komunis.

Gerakan komunisme di Indonesia saat ini mulai sangat terasa dan hal ini mengancam keutuhan bangsa. Kita bisa merasakan hal itu dari kegairahan generasi muda yang tertarik dengan Marxisme-Leninisme tanpa tahu fakta sejarah bangsa Indonesia.

Dalam kaitan fenomena tersebut, PCNU Kota Surabaya akan menggelar Sarasehan bertajuk ”Kewaspadaan Terhadap Bangkitnya Komunisme di Era Reformasi”, pada Minggu, 14 April, mulai pk 09.00 WIB. Sarasehan ini sebagai salah satu ikhtiar untuk mengantisipasi upaya masuknya gerakan komunisme di Indonesia, menyusul banyak kejadian yang akhir-akhir ini mengancam keutuhan NKRI.

Sebagai keynote speaker, KH A Hasyim Muzadi, Sekjen International Conference of Islamic Scolars (ICIS) dan juga mantan Ketua Umum PBNU, akan menyampaikan topik “Tantangan NU di Era Reformasi, Nasional dan Internasional”.

Dijadwalkan hadir sebagai pembicara, antara lain, Brigjen Dr. Anton Tabah dengan tema “Komunisme dan Realita Perjalanan Indonesia”, Mayjen (Purn) Kivlan Zen dengan tema “Pembelokan Sejarah G30S/PKI Terhadap Generasi Muda”, H.Slamet Effendy Yusuf membahas “Perjuangan NU Melawan Komunisme”. Selain itu, pembicara yang dijadwalkan hadir adalah perwakilan dari Kapolri dengan topik “Kebebasan dan HAM dalam Koridor Pancasila”.

Dalam sarasehan ini, diikuti para pengurus NU Kota Surabaya, dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap persoalan kebangsaan. “Kami mengundang seluruh pengurus, lajnah dan lembaga, banom di jajaran NU Kota Surabaya,” tutur Gus Saiful, menambahkan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.