Beranda Nasional

Tokoh Thailand Selatan Kunjungi PBNU

BERBAGI
Kunjungan Thailand Selatan ke PBNU
Kunjungan Thailand Selatan ke PBNU
Kunjungan Thailand Selatan ke PBNU

Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat kunjungan tokoh-tokoh asal Thailand Selatan yang tergabung dalam Southern Border Provincial Administration Center (SBPAC). Mereka bermaksud menjalin silaturrahmi dan kerja sama dengan Nahdlatul Ulama.

 

Rombongan yang dipimpin oleh Syekh Azis Binhawan itu sampai di kantor PBNU sekitar pukul 16.00 dan disambut oleh Ketua Umum PBNU, DR KH Said Aqil Sirodj, Sekjen PBNU DR Marsudi Syuhud beserta jajaran pengurus lain.

 

Syekh Azis menjelaskan, hubungan antara pemerintah Indonesia dengan pihaknya berlangsung baik selama ini. Mereka sering berkunjung ke Kementerian Agama RI untuk melakukan kerja sama baik bidang budaya, pendidikan dan lain-lainnya.

Dengan bersilaturrahmi ke PBNU Syekh Azis berharap, SBPAC bisa menjalin kerja sama di bidang apapun dengan PBNU, termasuk kerja sama dalam persiapan menghadapi komunitas bebas Asean tahun 2015.

 

Menanggapi Syekh Azis, Kiai Said menjelaskan panjang lebar mengenai NU. Kiai Said juga mengatakan bahwa NU adalah organisasi terbesar di Indonesia bahkan di dunia dengan jumlah jamaah sebesar 70 juta. NU berpegang pada prinsip bahwa Islam harus memberikan rahmat bagi alam semesta. Oleh karena itu warga NU menjaga sikap moderat, toleran dan adil kepada siapapun. Dengan sikap tersebut NU tidak mengenal faham radikal ataupun fundamental. NU anti kekerasan atas nama apapun. Sehingga sampai saat ini telah terbukti, tidak ada satupun warga NU yang terlibat teroris.

 

Komunitas warga NU menurut Kiai Said berbasis pesantren, pendiri-pendiri NU adalah pengasuh pesantren seperti Kiai Hasyim Asy’ari. NU memperkuat pesantren dan sebaliknya pesantren menjadi penguat NU. Kekuatan NU dan pesantren sangat dibutuhkan untuk menjaga Negara, karena Negara membutuhkan kekuatan sosial masyarakat yang mana kekuatan ini tidak memiliki kepentingan apapun.

 

Menyambung tanggapan Kiai Said, Syekh Azis mejelaskan bahwa masyarakat Thailand dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, selain wajah yang mirip, kebiasaan warga muslim di Thailand juga sama, di sana terdapat 450 pesantren yang mengajarkan kitab kuning, juga terdapat madrasah-madrasah seperti halnya di Indonesia.

 

Ketika salah satu delegasi Thailand Selatan bertanya apakah setiap ormas di Indonesia juga mengajarkan yang sama dengan NU? Sekjen PBNU DR Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa yang mengajarkan kitab kuning di Indonesia hanya NU dan yang mempunyai pesantren di Indonesia pada dasarnya juga hanya NU. (AHM)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.