Beranda Nasional

‘Sang Kiai’, Berpotensi Raih Penonton Sangat Besar

BERBAGI
gbsangkiai
Film 'Sang Kiai', ditunggu-tunggu warga NU
gbsangkiai
Film ‘Sang Kiai’, ditunggu-tunggu warga NU

Jakarta, Judul di atas bukan mengada-ada, Film ‘Sang Kiai’ benar-benar bisa meraih penonton terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia.  Potensi penontonnya luar biasa dan kisah Sang Kiai memang ditunggu-tunggu, khususnya oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Kenapa demikian?

 

“‘Sang Kiai’ adalah film kolosal yang mengisahkan bagaimana perjuangan ulama panutan warga NU, Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari, dalam mengusir penjajah bersama kiai karismatik lain yang didukung santri dan rakyat. Warga NU mana yang tidak mengagumi kiai Hasyim Asy’ari? Warga NU mana yang tidak ingin tahu kisah hidupnya, perjuangannya, dan kepemimpinannya?”,kata Sekretaris PP Seni Budaya NU, M Dienaldo.

 

Apalagi, Kiai Hasyim Asy’ari adalah pemfatwa Resolusi Jihad dimana wajib hukumnya mengusir penjajah dan syahid bila gugur di medan perang. Fatwa itulah yang menjadi motifator santri dan rakyat dalam melawan penjajah pada perang 10 November di Surabaya.

 

Dienaldo menjelaskan, berdasarkan survei Saiful Mujani tahun 2002, jumlah warga NU di Indonesia sebanyak 48%. Survei yang lain menyebutkan 38%. Menurut data komisi pemilihan umum (KPU) Desember 2012, jumlah penduduk Indonesia sebesar 251.857.940 jiwa. Jadi 48%nya sebesar 120 juta-an. Bila separuhnya saja yang menonton film ‘Sang Kiai’, akan tercatat 60 juta jiwa, sebuah raihan yang sangat besar untuk penonton film di Indonesia.

 

Perlu Koordinasi Pengurus dari Pusat Sampai Daerah

Untuk merealisasikan jumlah penonton yang besar tentu perlu kerja sama Rapi Film sebagai pihak yang memproduksi ‘Sang Kiai’ dengan pengurus di lingkugan Nahdlatul Ulama dari pusat sampai daerah, misalnya setingkat kecamatan (MWC). Kerja sama ini sangat diperlukan mengingat penguruslah yang dekat dengan kalangan nahdliyin.

 

Selain pengurus, pengasuh pesantren merupakan potensi penonton yang besar. Di basis-basis NU, jumlah santri mencapai ribuan dalam satu pesantren, seperti ponpes ash-shiddiqiyah Jakarta barat beserta 10cabangnya, ponpes Lirboyo, Al-Falah Ploso Kediri, Tebuieng, Denanyar, Tambakberas dan ratusan pesantren lainnya.

 

Sebagai ormas terbesar di Indonesia, bahkan dunia, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki organisasi sayap yang sangat diperhitungkan massanya. Sebutlah GP Ansor dan Bansernya, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, ISNU, Pagar Nusa, Ma’arif, LPTNU dan lain-lain. Semua itu bila digerakkan bersama-sama akan memberikan efek yang luar biasa, tidak hanya di dunia perfilm, tapi apapun yang bekaitan dengan NU dan warganya.

1 KOMENTAR

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.