Beranda Nasional

Ribuan Jamah Ikuti Peringatan Isra’ Mi’raj Majelis Rasulullah

BERBAGI
gb majelis
Ribuan Jamaah Majelis Rosulullah Padati Monas untuk Memperingati Isro' Mi'roj
gb majelis
Ribuan Jamaah Majelis Rosulullah Padati Monas untuk Memperingati Isro’ Mi’roj

Jakarta-berita9online, Majelis Rasulullah SAW menggelar Tabligh dan Dzikir Akbar dalam rangka peringatan malam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1434 H di Monumen Nasional (Monas) Jl. Merdeka raya Jakarta, Selasa (5/6) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh para habaib, ulama dan umara. Hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Ir. H. Abu Rizal Bakrie, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar serta ribuan jama’ah dari seluruh nusantara.

 

Pembacaan sholawat Ad-diyaa’ul laami’ mengawali acara ini, lanjut dengan sambutan-sambutan dan tausiyah oleh habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz melalui video streaming dari Tarim, Hadramaut dan diterjemahkan oleh habib Mundzir Al-Musyawa selaku Pimpinan Majelis Rosulullah SAW serta diakhiri dengan dzikir dan doa.

Abu Rizal Bakri dalam sambutannya mengatakan bahwa “ Islam yang benar adalah islam yang damai, islam yang bersahabat, bukan hanya bersahabat dengan sesama umat islam saja tetapi juga dengan lainnya.

ARB juga menambahkan, Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, ras, budaya dan Agama akan tetapi dalam satu ikatan yaitu Binneka Tungggal Ika. Jika semua suku, ras, budaya dan Agama bersatu, tanpa pecah belah Insya Allah Indonesia ini akan damai dan maju.

 

Fadel Muhammad Al-Haddar menyampaikan beberapa kisah pengalamannya waktu di Amerika, bahwa banyak orang Amerika yang bertanya tentang Majelis Rosulullah, karena di sebuah majalah publikasi yang terkenal didunia yaitu Wall Street Journal, diulas tentang Majelis Rasulullah 3 halaman full.

“Yang paling menarik di majalah ini, mereka mengatakan bahwa Majelis Rosulullah adalah sebuah majelis dzikir atau sebuah kelompok masyarakat islam yang moderat”. Tambahnya, yang juga mantan Gubernur Gorontallo.

 

Habib Mundzir bin Fuad Al-Musyawa dalam tausiyahnya mengatakan bahwa “Malam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah malam ulang tahunnya Sholat, malam ulang tahunnya Nabi Muhammad SAW untuk membawa hadiah sholat kepada umatnya, sholat itu hadiah, karena Allah memberikan 50 waktu untuk sholat, namun nabi memohon keringanan kepada Allah, maka Allah memberikan keringanan itu, menjadi 5 waktu saja tetapi pahalanya tetap 50 waktu”.

“ Shalat itu adalah undangan cinta Allah, siapa yang melakukan sholat bahwa sesungguhnya sedang ia sedang bicara dengan tuhannya, Allah menginginkan 50 kali kita menghadap-Nya, namun Allah sudah tahu bahwa kita tidak mampu. (Ans)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.