Prabowo: NU Satu-satunya Ormas yang Besikap Tegas Terhadap WTO

BERBAGI
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke PBNU (foto: Risalah NU)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke PBNU (foto: Risalah NU)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke PBNU (foto: Risalah NU)

 

 

Jakarta-berita9online, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto didampingi Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prof. DR. Ir. Suhardi, wakil ketua umum Fadli Zon, mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa 17/12/2013. Di PBNU mantan Danjen Kopassus itu ditemui oleh Ketua Umum PBNU DR KH Said Aqil Sirodj beserta jajaran pengurus seperti Wakil Ketua Umum, DR KH As’ad Said Ali, Sekjen DR Marsudi Suhud dan lain-lain.

 

Kepada wartawan, Prabowo menyatakan terima kasih kepada PBNU yang telah menerimanya dengan hangat. Tujuan kunjungannya adalah untuk berkonsultasi dengan para kiai yang menurutnya sudah rutin dilakukan. Prabowo menganggap NU adalah ormas yang mewakili sebagian besar umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu sebagai partai politik, mau tidak mau Gerindra harus banyak berkonsultasi dan membina hubungan baik dengan NU.

 

Apresiasi Sikap NU soal WTO
Salah satu calon kuat Presiden RI ke-7 ini memberikan apresiasi kepada PBNU yang telah memberikan sikap yang tegas saat pertemuan menteri-menteri dalam konferensi World Trade Organisation (WTO) beberapa lalu. “NU satu-satunya ormas di Indonesia yang bersikap tegas : Dari pada merugikan rakyat, lebih baik Indonesia keluar dari WTO”, tegas putra begawan ekonomi, Sumitro Djojohadikusumo itu.

 

Makin banyak calon presiden makin baik
Menjawab pertanyaan wartawan tentang banyakna calon presiden jelang pilpres 2014, Prabowo menganggap hal itu sebagai suatu hal wajar di era demokrasi. “Demokrasi harus gitu, makin banyak calon makin baik, yang penting prosesnya jangan diselewengkan, seperti jutaan suara hantu. Jadi, jangan lagi rakyat diakal-akalin. Jangan dikira rakyat yang di desa-desa itu bodoh, mereka sudah sering memilih dan mereka lebih jujur. DPT itu harus benar-benar valid. Siapapun yang terpilih akan kami dukung.”, jelas mantan menantu Jenderal Besar Soeharto itu.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.