PDIP Minta MK Cermati Gugatan Yusril Ihza

BERBAGI
Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (foto: asatunews)
Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (foto: asatunews)
Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (foto: asatunews)

 

 

Jakarta-berita9online, PDI Perjuangan berharap gugatan judicial review yang diajukan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dicermati secara mendalam oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, hal itu bisa membuat kegaduhan politik, di samping sangat berbahaya apabila UU dibuat untuk menguntungkan partai tertentu, tidak terkecuali PDI Perjuangan sendiri.

 

“Tahapan-tahapan pemilu untuk pileg saja belum tuntas terkait DPT, kotak suara dan dana buat Polri TNI, sebagai pengamanan Pemilu,” ungkap Sekjen PDI P Tjahjo Kumolo, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Sabtu (18/1).

 

Tjahjo menjelaskan, dalam UU nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres mengatakan, bila Pileg dan Pilres hendak disatukan secara serentak, maka harus ada sinkronisasi antara UU No. 8 tahun 2012 tentang Pileg dan UU No. 42 tahun 2008 tentang Pilpres.

 

Kalaupun mau diatur serentak harus diatur dalan satu UU dengan rangkaian tahapan pileg dan pilpres menjadi satu kesatuan.

 

“Jika MK mengabulkan gugatan Yusril, maka akan ada perubahan UU, tensi politik nasional akan langsung naik pada titik didih. Lihat saja ketika ada usul revisi UU Pilpres, tidak berhasil dan kondisi tersebut pasti akan ada yang memanfaatkan. Bisa pemilu tertunda atau pun gagal,” terangnya.

 

Tjahjo mencontohkan tahapan perhitungan dan rekapitulsasi suara antara Pileg dan Pilpres berbeda, dalam Pileg ada rekapitulasi suara pada tingkat desa (PPS), dalam Pilpres tidak ada. Pada Pilpres rekapitulasi ada di TPS dan terus ke PPK (Kecamatan). PPS hanya menyerahkan Sertifikat Hasil Perhitungan Suara dari TPS ke PPK tanpa rekapitulasi pada tingkat desa.

 

“Perubahan ini harus melalui UU. Sekali kita masuk pada perubahan UU pada tahap sekarang, maka disinilah kegaduhan politik mulai terjadi,” pungkasnya. [ian/RMOL]

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.