Beranda Nasional

PBNU Akan Pertemukan 1500 Ulama dengan Raja Jordania

BERBAGI
Raja Abdullah II bin Hussein akan berkunjung Ke PBNU, 26 Februari 2014 [foto: gb.cri]
Raja Abdullah II bin Hussein akan berkunjung Ke PBNU, 26 Februari 2014 [foto: gb.cri]
Raja Abdullah II bin Hussein akan berkunjung Ke PBNU, 26 Februari 2014 [foto: gb.cri]

Jakarta-berita9online, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menerima kunjungan Raja Abdullah II bin Hussein dari Jordania pada hari Rabu 26 Februari 2014. Untuk menghormati kedatangan pemimpin tertinggi Kerajaan Jordania (al-mamlakah al-urduniyah al-hasyimiyah) tersebut, PBNU akan mengundang 1500 ulama untuk bersilaturrahmi dengan sang Raja dalam sebuah acara yang bertajuk “Nahdlatul Ulama Sufi Gathering”. Acara akan bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Center, pukul 15.00 WIB.

 

Silaturrahmi PBNU dan Raja Yordania diharapkan dapat membantu usaha-usaha perdamaian di kawasan timur tengah dan berimbas ke belahan dunia lainnya. “Jordania berbatasan dengan Mesir, Israel, Irak, Saudi dan Suriah. Kita tahu Suriah, Mesir, Irak dan Israel seperti apa? Jordania adalah negara yang aman, stabil, dan damai tanpa kerusuhan ditengah negara-negara tersebut”, kata Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, DR KH Said Aqil Sirodj.

 

Kiai Said Aqil menerangkan bahwa Raja Abdullah II adalah sosok yang moderat, sehingga pertemuannya dengan para ulama juga diharapkan dapat mewujudkan persahabatan dua komunitas muslim (Indonesia-Arab), untuk bersama-sama mengupayakan suasana keberagaman yang toleran dan saling menghormati. “Seperti itulah ajaran Islam yang orisinil. Islam agama yang anti kekerasan, anti radikal. La ikroha fiddin, tidak ada kekerasan dalam beragama”, tegasnya.

 

Selain itu, lanjut Kiai Said, kedatangan Raja Jordania ke Indonesia dapat semakin mempererat hubungan kedua bangsa di bidang pendidikan, ekonomi, keagamaan dan kebudayaan.

 

Atas nama PBNU, kiai Said meyerukan tiga hal: Pertama, penghentikan kekerasan di seluruh dunia. Karena aksi-aksi kekerasan menghasilkan hancurnya peradaban manusia. Kedua, Utamakan dialog dalam menyelesaikan masalah. Ketiga, Kelompok besar (suku/etnik/komunitas) harus melindungi kelompok yang kecil, mengawal keadilan, mengupayakan kesejahteraan dan perbaikan.

(zsp)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.