Beranda Nasional

Pasca SBY: Ali Masykur Pilihan Anak Muda Bayangi Jokowi

BERBAGI
DR Ali Masykur Musa dan Priyo Budi Santoso dalam sebuah acara di Jakarta [foto: tribunnews]
DR Ali Masykur Musa dan Priyo Budi Santoso dalam sebuah acara di Jakarta [foto: tribunnews]
DR Ali Masykur Musa dan Priyo Budi Santoso dalam sebuah acara di Jakarta [foto: tribunnews]

berita9online, PolComm Institute, sebuah lembaga survei menilai Pilpres 2014 sebagai momentum capres muda berlaga di ajang pemilihan presiden. Dalam hasil survei PolComm, nama Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa membayangi elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

 

Direktur PolComm Institute Heri Budianto mengatakan, dari sejumlah nama capres baru yang seliweran di telinga publik, Joko Widodo memiliki tingkat keterpilihan tertinggi yakni 22,9 persen. Setelah Jokowi, disusul oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (16,3 persen). “Setelah Jokowi dan Priyo ada nama Ali Masykur Musa yang mendapatkan elektabilitas 10,3 persen,” kata Heri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).

 

Selanjutnya, berurutan ada nama Gita Wirjawan (10,1 persen), Anies Baswedan (8,3 persen), Anis Matta (3,2 persen), Ahmad Heryawan (3,1 persen), Puan Maharani (2,3 persen), dan Dino Patti Djalal (2,2 persen). Sementara yang tidak menjawab sebesar 21,3 persen. Sedangkan untuk elektabilitas cawapres, hasil survei ini menunjukkan Priyo berada di atas, sebesar 18,9 persen, Ali Masykur dengan 12,1 persen, Hary Tanoesudibjo sebesar 11,6 persen.

 

Menanggapi nama Ali Masykur Musa yang berada di urutan ketiga, Heri mengatakan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi, karena dari hasil survey didapatkan kesimpulan bahwa Ali dikenal sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama yang juga mempunyai kiprah kepemimpinan di lembaga tinggi negara. “Janga dilupakan, Ali Masykur adalah tokoh muda NU dan memiliki basis dukungan riil dari kaum Nahdliyin,” terang Heri.

 

Metode survei ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 1.200 orang pemilih muda, dengan rentang usia 17-29 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan wawancara langsung di 33 Ibukota Provinsi di Indonesia. Margin of error dalam survei ini sebesar 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar: 96 persen. Survei ini sendiri dilakukan pada 24 Februari sampai 4 Maret 2014.

[anam/nuonline]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.