Nahdlatul Ulama Bicara Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga

BERBAGI
gb. sulton-said aqil-fasli jalal
Dari sebelah kanan: Ketua LKKNU Sultonul Huda, Kiai Said Aqil Siradj, dan Fasli Jalal-Ketua BKKBN
gb. sulton-said aqil-fasli jalal
Dari sebelah kanan: Ketua LKKNU Sultonul Huda, Kiai Said Aqil Siradj, dan Fasli Jalal-Ketua BKKBN

Jakarta-berita9online, Dalam rangka melaksanakan kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bidang kesejahteraan keluarga, sosial dan kependudukan, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) mengadakan seminar nasional dengan tema “Revitalisasi Pembangunan Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga Menuju Pencapaian MDG’s 2015”.

 

Menurut Ketua PP LKKNU, Sultonul Huda, Msi., peserta berjumlah 150 orang, terdiri dari pengurus LKKNU se DKI Jakarta, pengurus LKKNU Pusat, Lembaga, Lajnah, dan badan otonomi di lingkungan NU. Juga mengundang utusan dari perguruan di tinggi di wilayah Jabotabek.

 

Selanjutnya Sulton menjelaskan bahwa PP LKKNU sudah berdiri sejak tahun 1977, dengan demikian seharusnya LKKNU sudah berperan banyak terhadap kemaslahatan dan kesejahteraan warga NU.
Sulton berharap agar seminar nasional yang bekerja sama dengan BKKBN dan UNFPA itu dapat menjadi bagian penting dalam mensukseskan tugas-tugas PP LKKNU.

 

Kiai Said Aqil Siradj yang didaulat untuk membuka seminar menjelaskan, sejak 15 abad lalu Islam sudah menegaskan ajarannya yang berkaitan dengan kependudukan dan kesejahteraan. Kiai Said menyebut ayat-ayat mengenai kemiskinan, wajib belajar, kesetaraan gender dan lain-lain.

 

Disebutnya juga, Imam Ghazali membolehkan Keluarga Berencana (KB) dengan berbagai alasan seperti penyakit yang diderita salah satu pasangan, pendidikan, kemaslahatan, menjaga agar istri tetap cantik. Namun Imam Ghazali melarang KB bila menggunakan kemiskinan sebagi alasannya.

 

Kiai Said menceritakan, pada masa Khalifah Umar bin Khattab pernah terjadi penyakit menular berbahaya di Damaskus. Seketika, Umar memerintahkan untuk melokalisir Damaskus agar tidak menular ke wilayah lain.

 

Usai menyampaikan sambutan, Ketua BKKBN, Fasli Jalal, berharap agar Kiai Said Aqil bersedia diangkat menjadi duta MDG’s. Fasli Jalal menganggap Kiai Said sangat memahami ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan kependudukan dan kesejahteraan. (sofi)

1 KOMENTAR

  1. NU mesti menjadi lokomotif perkembangan masyarakat di Indonesia. Dalil2 agama sudah seharusnya mampu diurai dan dicerna demi kemajuan manusia seluruhnya

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.