LPOI Desak Penghentian Pengiriman TKW ke Saudi Arabia

BERBAGI
gb lpoi
Jajaran Pengurus LPOI dari 11 Ormas Islam(gb. ansori)
gb lpoi
Jajaran Pengurus LPOI dari 11 Ormas Islam(gb. ansori)

Jakarta-berita9online, Lembaga Persahabatan Ormas Islam Indonesia (LPOI) menyatakan sikap atas terjadinya kerusuhan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),  Jeddah, Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan pukul 16.00 WIB, 12/06/2013, di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat.

 

DR KH Said Aqil Siradj selaku ketua LPOI menyatakan, disamping mendukung keputusan kemenakertrans terhadap kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke Saudi Arabia, LPOI juga mendesak agar moratorium ditingkatkan menjadi penghentian selamanya ke negara penghasil minyak terbesar sedunia itu.

 

Ketika ditanya soal nasib TKW bila nanti di stop pengirimannya ke Saudi, Kiai Said menjawab,”Mohon maaf, masih banyak negara lain yang memperlakukan TKW dengan baik. Contohnya Taiwan, Saya melihat sendiri negara itu memperlakukan TKW lebih baik. TKW diberi gaji lembur, hari libur, dan sebagainya”.

 

Kiai Said juga menyatakan keyakinannya bahwa Menakertrans Muhaimin Iskandar akan segera menindaklanjuti sikap LPOI, mengingat sang menteri adalah kader NU.

 

Terhadap kementerian luar negeri, LPOI mendesak agar meningkatkan pelayanan terhadap TKI bermasalah, yang mana jumlah mereka saat ini di Arab Saudi sudah mencapai angka 1 juta. Dengan jumlah yang besar tersebut, LPOI berharap agar proses pemulangan TKI bisa dilaksanakan lebih cepat.

 

Selain masalah tenaga kerja, LPOI juga menyampaikan dua hal penting lain. Pertama tentang Empat Pilar Bangsa. Bahwa empat pilar bangsa yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah konsensus bangsa dan seluruh elemen bangsa yang harus dipertahankan bersama-sama. Oleh karena itu LPOI mendesak Dewan perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengesahkan RUU ormas menjadi UU sesuai dengan usulan perbaikan-perbaikan dari masyarakat yang telah disepakati.

 

Kedua, LPOI meminta Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) agar membuat aturan sehubungan dengan keberadaan Polisi Wanita (Polwan) yang berjilbab. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia beraga Islam dan jilbab sudah diyakini sebagai salah satu bagian penutup badan untuk perempuan-perempuan muslimah.

 

LPOI adalah organisasi yang dibentuk dengan anggota 11 ormas-ormas Islam. Mereka adalah Nahdlatul Ulama (NU), Al Irsyad Al Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, IKADI, Az-Zikra, Syarikat Islam Indonesia, Al-Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI). (AHM)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.