Beranda Nasional

Kiai Marzuki Tentang Miss World: Lebih Baik Diadakan Kontes Wanita Solihah

BERBAGI
Kiai Marzuki Mutamar
Kiai Marzuki Mutamar
Kiai Marzuki Mutamar

 

Malang-berita9online, KH. Marzuki Mustamar, Ketua tanfidziyah NU Kota Malang memberikan pendapatnya tentang  diselenggarakannya ajang Miss World di Bali dan Jakarta sejak 4 sampai 28 september 2013.

 

Menurut Kiai yang saat ini terpilih sebagai wakil katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa timur itu, ajang ratu kecantikan sejagad itu sangat tidak pas diselenggarakan di Indonesia. Bukan hanya karena tidak boleh secara agama, tapi juga secara budaya Indonesia khusunya jawa.

 

“Kontes Ratu Kecantikan semacam itu tidak pas untuk diselenggarakan dalam negara seperti Indonesia. Bukan hanya tidak cocok secara agama, melainkan juga secara budaya.” Katanya, saat diwawancarai berita9online pada hari Selasa, 03/09/2013.

 

Kiai yang juga Dosen Universitas Islam Negeri Malang itu menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk membenarkan dilaksanakannya acara seperti ini.

 

“Jika alasan mereka adalah bahwa perempuan jawa jaman dahulu mandi di kali hanya kembenan, saja itu tidak pas.” Imbuhnya.

“Kalau orang yang mandi di kali itu kan tidak ada niatan untuk mempertontonkan. Itu berjalan secara alamiah saja kan?, dan secara umum tidak menarik syahwat. Sedangkan kontes ratu kecantikan kan memang sengaja dipoles untuk diperlihatkan auratnya pada umum.” Jelasnya.

 

Kiai Marzuki menambahkan, dirinya secara pribadi setuju adanya lomba apa saja. Asal jangan menitik beratkan pada kemolekan tubuh seseorang. Apalagi dengan menampakkan auratnya seperti Miss World.
Ia mengatakan jika saja diadakan lomba Perempuan Sholihah, dengan menilai kekmampuan intelektualnya, dan keagungan moral dan perannya dalam masyarakat, menurutnya itu sangat bermanfaat.

 

“Boleh saja ada berbagai lomba untuk kaum perempuan, tapi jangan mengandalkan cantiknya saja. Apa lagi mengumbar aurat di depan umum. Apa gunanya cantik kalau goblok. Lebih baik diadakan saja lomba perempuan sakinah. Nanti kan bisa direkrut sebagai menteri pemberdayaan perempuan, ketua muslimat atau yang lain-lain.” Terangnya.

 

Ditanya mengenai apa langkah-langkah yang sudah dilakukan Nahdlatul Ulama Kota Malang, kiai yang mempunyai sekitar 300-an santri mahasiswa ini menjelaskan bahwa rata-rata kiai di Malang telah memberikan pengarahan dan peringatan kepada Ummat akan bahaya tontonan seperti itu.

 

“Selama ini, Ulama NU kan lebih menenkankan pada menjaga ummat. Dan tidak suka bergerak secara organiasasi, melainkan perseorangan. Untuk menjaga konflik yang lebih meluas. Gaya amar ma’ruf NU kan seperti itu.” Terang kiai kelahiran Blitar ini.

 

Lebih jauh kiai Marzuki menghimbau agar masyarakat NU semakin giat untuk mengaji ‘Islam yang wajar’. Dan lebih banyak mengisi waktu luang dengan kegiatan amaliah yang dilestarikan oleh Nahdlatul Ulama (NU). AN Cholis

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.