Beranda Nasional

Jusuf Kalla: Kenaikan BBM Sudah Tidak Pas

BERBAGI
gb. jk
Wapres: Jusuf Kalla (gb. skalanews)
gb. jk
Mantan Wapres: Jusuf Kalla (gb. skalanews)

Banjarmasin-berita9online, Mantan Presiden Jusuf Kalla mengkritik kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dianggapnya telat. JK, sapaan akrab Jusuf Kalla menyebutkan bahwa kenaikan tersebut harusnya dimulai sejak dua tahun lalu. Namun demikian ia menilai pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tersebut sudah tepat dilakukan. Apalagi ini adalah kompensasi atas kenaikan harga BBM dari pemerintah.

“Kalau saat ini BBM baru mau dinaikkan, sudah tidak pas. Tapi tidak apa, yang penting adalah pelaksanaannya,” ujar Kalla, saat meresmikan Masjid Hasanuddin Madjedi, Banjarmasin, kemarin (21/6).

Menanggapi rencana pemerintah untuk memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)  mulai pekan depan. Mantan Wakil Presiden SBY menilai BLSM tersebut dirasa sudah pas untuk disalurkan sebagai kompensasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Banjarmasin sendiri menjadi salah satu dari 14 kota pertama yang mendapatkan bantuan tersebut.”Saya rasa BLSM sudah bagus. Memang selayaknya untuk diberikan. Misal, tarif angkutan naik, masa tidak diberikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kewajiban memberikan bantuan tersebut karena akibat dari langkah kenaikan BBM. Jusuf Kalla yang juga menjadi salah satu pengusul adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2005 lalu mengakui bahwa pada dasarnya BLSM sama dengan BLT.

“BLSM ini kan memang bukan untuk kasih kaya orang. Jadi memang tidak banyak yang diberikan. Tapi saya dukung kok BLSM,” tandasnya.

Besaran BLSM yang akan diterima masyarakat sendiri mencapai Rp150 ribu per bulan per rumah tangga sasaran. Rencananya, penyaluran BLSM hanya akan diberikan beberapa bulan.

Sebelumnya, Kepala Area Jasa Keuangan IX Kalimantan PT Pos Indonesia (Persero) Akhmad Taufik mengungkapkan, pembagian BLSM secara umum akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia namun tak semuanya dibagi melalui Kantor Pos.

Tiga puluh persen BLSM akan dibagikan di Kantor Pos sementara sisanya sebanyak 70 persen akan dibagikan melalui komunitas yang ada di masyarakat seperti kantor lurah atau kantor RT.

“Jadi kami ingin mendekatkan kepada masyarakat, kalau ada masyarakat yang akses jalannya susah tentu akan sulit kalau harus ke kota. Untuk mempermudah masyarakat, PT Pos Indonesia akan bekerjasama dengan kelurahan,” ungkapnya. (mrn/jpnn)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.