Jokowi Dihadiahi Kopiah Gus Dur

BERBAGI
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan), istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Shinta Nurriyah Wahid (tengah), dan Direktur The Wahid Institute, Zanubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid (kiri) berfoto bersama pada peringatan HUT ke-9 The Wahid Institute di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan), istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Shinta Nurriyah Wahid (tengah), dan Direktur The Wahid Institute, Zanubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid (kiri) berfoto bersama pada peringatan HUT ke-9 The Wahid Institute di Jakarta, Kamis (26/9). (Foto: ANTARA)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan), istri almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Shinta Nurriyah Wahid (tengah), dan Direktur The Wahid Institute, Zanubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid (kiri) berfoto bersama pada peringatan HUT ke-9 The Wahid Institute di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan), istri almarhum Abdurrahman Wahid, Shinta Nurriyah Wahid (tengah), dan Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid (kiri) berfoto bersama pada peringatan HUT ke-9 The Wahid Institute di Jakarta. (Foto: ANTARA)

JakartaJokowi dihadiahi Kopiah Gus Dur Oleh Shinta Nuriyah, istri mendiang Presiden RI ke-empat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang dinilai memiliki filosofi kepemimpinan yang hampir sama dengan suaminya.

“Filosofi kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) ini mirip dengan Abdurrahman Wahid seperti ‘gitu aja kok repot’ dan langsung turun ke lapangan,” kata Yenny Wahid, putri Shinta Nuriyah dan Gus Dur di perayaan ulang tahun ke-9 The Wahid Institute Jakarta.

Shinta memberikan kopiah atau peci itu, setelah Jokowi menyampaikan presentasi mengenai gaya kepemimpinan figur yang mempopulerkan istilah “blusukan” itu, dan juga perencanaan solusi masalah-masalah Jakarta.

Jokowi mengaku gaya memimpinnya selalu menonjolkan pendekatan personal kepada rakyat, terjun langsung ke lapangan, dan berani mendobrak birokrasi yang penuh formalitas.

Mantan Wali Kota Surakarta itu juga mengaku dalam berbagai kebijakannya selalu mengutamakan kepentingan rakyat banyak, dan bertekad mengurangi kesenjangan kesejahteraan orang kaya dengan yang miskin.

“Makanya saya buat Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar untuk menekan kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Jokowi.

Filosofi kepemimpinan Jokowi yang mirip Gus Dur, menurut Yenny Wahid, di antaranya keberanian memangkas birokrasi untuk kepentingan masyarakat dan menjalin komunikasi informal kepada rakyat.

“Sikap dia yang mendukung toleransi juga mirip dengan mendiang Bapak,” ujar Yenny.

Jokowi yang tersipu malu setelah menerima kopiah itu, terus mengenakan benda berwarna krem itu di sepanjang acara, dan tidak melepasnya, walaupun dia harus meninggalkan lokasi acara terlebih dahulu untuk mengunjungi warga Waduk Ria-Rio. (Antara)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.