Beranda Nasional

Jelang Pemilu, Kang Said Ajak Pimpinan Parpol dan Ormas Istighotsah Bersama

BERBAGI
Kang Said bersama pimpinan parpol dan ormas di ponpes luhur al-Tsaqafah, Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]
Kang Said bersama pimpinan parpol dan ormas di ponpes luhur al-Tsaqafah, Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]
Kang Said bersama pimpinan parpol dan ormas di ponpes luhur al-Tsaqafah, Ciganjur, Jaksel [foto: Risalah NU]

 

Ciganjur-berita9onine, Bertempat di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang dipimpinnya, DR KH Said Aqil Sirodj, atau yang biasa disapa Kang Said, mengundang pimpinan partai politik (parpol) peserta pemilu untuk beristighotsah bersama, senin kemarin, 7 April, pukul 14.00 WIB.

 

Tercatat ada empat pimpinan parpol hadir di acara tersebut, mereka adalah Muhaimin Iskandar-Ketua Umum DPP PKB, Prof DR Suhardi-Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Akbar Tanjung-Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, dan Imron Pangkapi-Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan.

 

Dari lingkungan ormas tercatat hadir, anggota Lembaga Persahabatan Ormas Islam yang terdiri dari Persis, Perti, Al-Irsyad, al-Ittihad, Mathlaul Anwar, Syarikat Islah, al-Wasliya dan lain-lain.

 

Setelah memimpin Istighotsah, Kang Said menyampaikan tausiyahnya. Kang Said menjelaskan, Istighotsah sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw. Sebelum perang Badar, Nabi beristighotsah kepada Allah, sehingga Allah mengirim 1.000 pasukan Malaikat untuk membantu tentara nabi yang hanya berjumlah 314, melawan tentara kafir yang berjumlah 1000 orang di bawah pimpinan Abu Jahl.

 

Kang Said juga menyinggung fakta ironis di timur tengah dimana sesama muslim saling bermusuhan yang belum ada penyelesaian hingga kini. “Di Syiria sudah 180 ribu manusia terbunuh. Di Irak sejak tergulingnya Saddam Hussein sampai sekarang sudah 700 ribu nyawa melayang. Perang setiap hari, bom meledak setiap hari. Di Afganistan 100% Muslim: 99% sunni, 1% syiah. Tapi antar sunni perang. Antar suku perang, antar partai politik perang, antar madzhab perang, itu di Afganistan”, cerita Kang Said.

 

Di Timur Tengah Tidak Ada Ormas

Menurut Kang Said, sudah empat kali PBNU mempertemukan mereka yang perang itu. Di Jakarta sekali, Pak As’ad yang menghadle. Di Turki dua kali. Di Kabul-Afganistan sekali. Tapi memang sampai sekarang hasilnya belum seperti yang kita harapkan.

 

Ada dua faktor yang menurut Kang Said menjadi penyebab konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Pertama, di timur tengah itu antara Islam dan Nasionalis belum ada titik temu. Antara Islamiyyin yang orientasinya legal formal dengan nasionalis belum ada titik temu. Ini terjadi di Mesir, Syiria, dan di seluruh negara-negara arab.

 

“Alhamdulillah di kita jauh sebelum merdeka, ormas-ormas Islam yang ada ini sepakat, negara kita negara nasionalis, syariat Islam diamalkan, tidak dilegal formalkan”, kata Kang Said.

 

Yang kedua, menurut Kang Said, Di timur tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan sipil, tidak ada kekuatan mutamaddin, madaniyyin. Yang ada kekuatan militer, polisi, pemerintah, dan kekuatan partai politik, plus kekuatan suku. “Di Indonesia kekuatan ormas bisa menjadi perekat antar bangsa yang multi etnik, multi parpol, sekian suku, sekian aliran”,jelas Kang Said.

 

Di akhir tausiyah, Kang Said menyatakan bahwa pertemuan pimpinan parpol betu-betul pertemuan yang santai, sarana silaturrahmi, tidak ada intrik-intrik politik apapun. ”Mari kita belajar menjadi negarawan yang dewasa, yang bermartabat, yang berperadaban, mutamaddin, mutahaddlir, muta-addiq. Mari kita beradab, berbudaya, berakhlakul karimah. Lepaskan konflik politik, hilangkan intrik-intrik politik. Mari dua hari ini kita renungkan bersama dengan bermuhasabah (introspeksi), mu’asabah (menyalahkan diri sendiri), muroqobah (menatap ke depan yang lebih baik lagi). Tahapannya begitu”jelas Kang Said.

[mha]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.