Beranda Nasional

Indonesia Bebaskan Sejumlah Daging Sapi Impor

BERBAGI
gbgitawiryawan
Menteri Perdagangan RI, Gita Wiryawan (dumaiheadlines)
gbgitawiryawan
Menteri Perdagangan RI, Gita Wiryawan (dumaiheadlines)

Jakarta, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian menyetujui untuk membebaskan sejumlah daging sapi jenis potongan primer atau prime cut beef yang bakal diimpor salah satunya dari Australia. Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan dalam konferensi pers Senin malam (27/5) mengatakan telah menerbitkan peraturan baru terkait impor daging sapi untuk menstabilisasi harga jual dipasaran.

 

Peraturan itu salah satunya menyebut soal pembebasan jumlah daging sapi yang diimpor hanya untuk jenis potongan primer saja dan tidak termasuk dengan jenis sapi bakalan.

Impor bisa dilakukan sejak bulan depan hingga akhir tahun tanpa ada pembatasan buat seluruh perusahaan importir. Itu artinya tidak ada lagi pemberlakukan quota atau jatah impor daging sapi khusus potongan primer.

 

“Batas waktu sudah ngga ada, sampai akhir tahun bisa mendatangkan sebanyak mungkin prime cut beef,” kata Gita.

Namun demikian untuk jenis daging sapi potongan primer tersebut hanya boleh diimpor melalui 3 pintu masuk yakni Jakarta, Bali dan Medan.

“Kecuali pembatasan pintu masuk di bandara, batas waktu ngga ada sampai akhir tahun,” jelasnya lagi.

 

Daging sapi jenis potongan primer ini hanya untuk didistribusikan buat hotel, restaurant dan catering, bukan untuk dijual ke pasar tradisional untuk melindungi peternak local.

Sementara untuk impor sapi bakalan juga akan dipercepat pada bulan depan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Khusus untuk sapi bakalan jumlahnya akan dibatasi hanya untuk menstabilkan harga daging yang rata rata masih menembus harga Rp 90ribu/kg di Indonesia.

 

Peraturan baru itu juga sekaligus menunjuk pemberian jatah buat Badan Urusan Logistik, Bulog mengimpor daging sapi yang diperlukan saat operasi pasar menstabilisasi harga.

Menteri Pertanian, Suswono mengatakan jumlah impor daging yang akan diberikan untuk Bulog belum ditentukan.

“Jumlahnya masih dihitung dan dibahas lintas Kementerian, mungkin awal Juni sudah ada angkanya,” jelas Suswono. (abc australia)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.