Beranda Nasional

GP Ansor Selenggarakan Festival Budaya Pesantren

BERBAGI
tari

tariJakarta – PP Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) menyelenggarakan festival Budaya Pesantren di Balai Kartini, Jakarta tanggal 20/4/2013. Tema besar yang diangkat adalah Revitalisasi Tradisi, Meperkokoh Kebhinekaan, Mengentaskan Kemiskinan. Menurut Ketua PP GP Ansor, Nusron Wahid, tema tersebut diambil karena pesantren mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan pendidikan dan budaya di masyarakat. Pesantren telah terbukti bertahan kuat sampai saat ini di tengah tekanan budaya global. Selain itu warga NU sebagian besar masih berada dalam garis kemiskinan sehingga perlu upaya nyata untuk menolong mereka. Nusron juga memberitahukan, “Acara puncak harlah Ansor akan diadakan di Surabaya, tepat pada tanggal 10 November sekaligus memperingati Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari dimana membela tanah air dari penjajah adalah wajib, jihad fi sabilillah”.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Musthafa Bisri, calon presiden Mahfud MD, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, seniman Zawawi Imron, Butet Kartarajasa, seniman Betawi Firdaus Jaelani, penyanyi Edo Kondologit, dan ribuan warga NU yang antusias mengikuti acara sampai selesai.

sastrolontong
sastrow dan cak lontong sedang berbalas lawakan

Untuk memeriahkan acara, panitia mengundang grup musik kontemporer asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, serta Sastrow al-Ngatawi dan Cak Lontong yang didapuk sebagai pembawa acara. Keberadaan mereka menambah seru suasana oleh lawakan-lawakan yang membuat hadirin tidak henti-hentinya tertawa. Misalnya ketika Sastrow memberi pernyataan kepada Cak Lontong,”tahu gak kita itu ga boleh memerintah orang solat lho cak!”. “Lho, kok gitu, dosa lho sampean”,Jawa Cak Lontong terheran-heran. Satrow menjawab,”lha iya, siapa yang boleh nyuruh orang yang sedang sholat Cak Lontong!”.  Mendapat jawaban seperti itu, cak Lontong balik memberikan teka-teki yang ujungnya membuat undangan makin terhibur.

Dalam tusiyahnya KH. Musthafa Bisri mengajak pemuda Ansor untuk hidup sederhana dan berani seperti yang dicontohkan Gus Dur. Kemudian kiai asal Rembang, Jawa Tengah ini membaca puisi yang diiringi oleh alunan piano yang dimainkan oleh Gita Wiryawan.

gusmus
Gus Mus memberikan tausiyah

Sedangkan penyanyi Edo Kondologit dan seniman Butet Kartaraasa menyatakan kenyamanannya berada di tengah-tengah warga nahdliyin yang toleran dan bisa bekerja sama dengan umat lain. “Meski Kristen saya merasa kerasan bersama-sama dengan orang NU. Saya juga terharu dengan pengorbanan anggota Banser bernama Riyanto yang meninggalkan terkena bom pada malam natal di Mojokerto,”Jelas Butet. Selanjutnya tokoh acara Sentilan-Sentilun ini melawak dengan gaya yang khas dan menirukan suara mantan presiden Soekarno, Soeharto dan lain-lain sampai dengan suara Gus Dur.

Di akhir acara panitia mengajak undangan untuk mahallul Kiyam dengan membaca shalawat-shalawat sampai dengan pukul 12.00 tengah malam(smha)

1 KOMENTAR

  1. acara yang bagus, namun keliatannya kiai musthofa bisri tampaknya sedikit gerah, itu semua kenapa ya

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.