Australia Lobi Pemulihan Perdagangan Ternak Dengan Indonesia

BERBAGI
gbsapi
gbsapi
Peternakan sapi Australia (abc.net)

Jakarta, Menteri Pertanian negara bagian Queensland, John McVeigh, mengatakan, ia tidak khawatir tentang kesejahteraan binatang dalam perdagangan ternak Australia dengan Indonesia pada waktu ia mendesak ditingkatkannya perdagangan.

 

McVeigh berada di Jakarta bersama Menteri Industri Primer Wilayah Utara Australia untuk melobi pemerintah Indonesia.

 

Banyak peternak sapi Australia terancam bangkrut akibat musim kering dan harga yang merosot karena oversupply di dalam negeri.

 

McVeigh mengatakan, meskipun belum mencapai kesepakatan dengan pihak Indonesia untuk meningkatkan kuota impor, namun ia mengharapkan suatu solusi jangka panjang.

 

“Larangan sementara perdagangan ekspor ternak dua tahun lalu oleh Pemerintah partai Buruh jelas merupakan pencetus lawatan ini,” katanya.

“Larangan itu menimbulkan keprihatinan dan kebingungan di kalangan mitra-mitra Indonesia dalam industri daging sapi.”

“Kunjungan kami berdua minggu ini adalah untuk mencoba memulai proses memperbaiki hubungan.” Dikatakannya, pendekatannya mempunyai fokus jangka panjang.

 

Kesejahteraan hewan

McVeigh mengatakan, kunjungannya dilakukan setelah peternak-peternak Queensland yang dilanda kekeringan mempertimbangkan untuk menembak ternak mereka.

 

“Kita adalah tetangga dekat Indonesia dan begitu kita menyingkirkan semua perbedaan politik, Indonesia memiliki banyak konsumen yang menginginkan daging sapi dan Australia mempunyai kapasitas untuk memasok begitu kita mengatur kembali basis hubungan kita.”

 

Menurut McVeigh, issu-issu kesejahteraan hewan di negara lain memang penting, tapi itu adalah insiden terpisah yang tidak perlu membuat industri dan komunitas-komunitas seperti di Queensland barat laut bangkrut.

“Saya sangat mendukung industri peternakan dan mitra-mitra Indonesia juga berpikiran sama”, tegas McVeigh (radio australia)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.