ALi Masykur Musa: Tugas Negara Untuk Sejahterakan Rakyat

BERBAGI
DR Ali Masykur Musa, Calon Presiden RI ke-7 (foto: okezone)
DR Ali Masykur Musa, Calon Presiden RI ke-7 (foto: okezone)
DR Ali Masykur Musa, Calon Presiden RI ke-7 (foto: okezone)

 

 

Jakarta-berita9online, Negara harus menaikkan kesejahteraan rakyat agar dapat hidup lebih baik sehingga perlu bekerja keras untuk meningkatkan kemakmuran, kata Anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang juga calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa.

 

“Salah satu tujuan bernegara adalah terpenuhinya kesejahteraan hidup yang lebih baik. Setiap tahun, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, faktor tingkat kesenjangan nyaris luput dari perhatian,” kata Ali Masykur Musa atau AMM dalam orasinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen, Jateng, Senin.

 

Menurutnya, saat ini Koefisien GINI (Ukuran ketimpangan distribusi) sebelumnya berada pada level 0,3 — 0,4. Sekarang justru naik di posisi 0,41.

 

Meningkatnya koefisien GINI yang terjadi pasca reformasi adalah ancaman besar bagi kehidupan bangsa. Ia mengkhawatirkan, jika hal ini tidak segera teratasi, gelombang gejolak sosial dan politik yang mewabah di berbagai belahan dunia mengalir ke Indonesia.

 

“Saya sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi. Sebelum semuanya terlambat, pemimpin di negara ini harus bekerja keras mewujudkan keadilan sosial,” katanya.

 

Lebih lanjut dikatakan, negara mempunyai kewajiban untuk mewujudkan keadilan sosial. Oleh karena itu para pemimpin harus mengubah paradigma, yang dulunya hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, sekarang harus dicanangkan upaya peningkatan pemerataan kesejahteraan rakyat seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan hukum.

 

“Di negeri ini tidak boleh ada rakyat yang tinggal. Semua rakyat Indonesia berhak hidup sejahtera. Untuk itu strategi pembangunan yang menghapuskan kemiskinan harus ditingkatkan,” katanya.(antara)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.