Beranda Nasional

Akil Timbun Dolar di Tembok Ruang Karaoke

BERBAGI
Akil Mochtar, tersangka kasus suap pilkada kab. gunung mas, kalimantan tengah
Akil Mochtar, tersangka kasus suap pilkada kab. gunung mas, kalimantan tengah
Akil Mochtar, tersangka kasus suap pilkada kab. gunung mas, kalimantan tengah

 

 

Jakarta-berita9online, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku kaget saat mendengar tembok ruang karaoke rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi sempat diisi lembaran uang. Adalah penerusnya di Mahkamah tersebut, Akil Mochtar yang menempatkan uang itu di sana.
“Ternyata uang Akil disimpan di tembok ruang karaoke saya dulu,” ujarnya seusai diperiksa penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 13 Januari 2014.

 

Menurut Mahfud, tim penyidik KPK menanyakan, apakah dia mengetahui ruangan karaoke di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi di Widya Chandra yang dulu sempat ditempatinya. Mahfud mengaku tahu karena kebetulan dia yang membangunnya.

 

Saat itulah, menurut Mahfud, dia mendapat informasi tentang penuhnya rongga tembok ruang itu oleh uang dolar Amerika Serikat simpanan Akil, yang kini menjadi tersangka KPK dalam empat kasus. Penyidik KPK, kata Mahfud, telah menyita uang itu.

 

“Gila, itu kayak Presiden Tunisia, Ben Ali, yang uangnya disimpan di lemari perpustakaan. Akil gitu juga, tapi di ruang karaoke,” kata Mahfud.

 

Mahfud mengaku tak tahu berapa jumlah uang yang ditimbun Akil di sana.”Saya enggak tanya dan enggak ingin tahu juga,” tuturnya.

 

Mahfud pada Senin 13 Januari 2013 malam ini diperiksa sebagai saksi kasus korupsi penanganan sengketa pemilihan kepala daerah yang menyeret bekas koleganya, Akil Mochtar, sebagai tersangka.

 

Mahfud mengatakan penyidik menanyakan apakah ia pernah melihat keanehan pada kinerja Akil. Dia menjawab secara umum tak ada yang aneh, namun nama Akil pernah disebut dalam penanganan sengketa pemilihan Walikota Kotawaringin Barat.

“Saya menjelaskan saya sudah melaporkan (ke KPK) tahun 2011. Dan ternyata (KPK) tidak menemukan apa-apa,” ujarnya.

 

Mahfud mengaku telah pula melaporkan kasus penanganan sengketa pemilihan Bupati Simalungun, di mana Refly Harun sempat menuding ada duit yang diminta Akil dari pihak berperkara, kepada KPK.(tempo)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.