Satu dari Tiga Orang Indonesia Derita Hipertensi

BERBAGI
gbkartun
caramengobatipenyakit.biz
gbkartun
caramengobatipenyakit.biz

Jakarta, Satu dari tiga orang Indonesia mengalami hipertensi, tapi mayoritas (76,1%) di antaranya tidak menyadarinya sehingga mereka tidak berusaha mendapatkan pengobatan, demikian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

“Saat ini, tes (hipertensi) sudah bisa dilakukan di mana saja, termasuk di Puskesmas atau klinik. Fasilitas sudah tersedia di mana-mana. Yang diperlukan hanya kesadaran kita semua agar masyarakat menjadikan pemeriksaan hipertensi ini menjadi pemeriksaan rutin,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.

Dalam temu media memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2013 di Kementerian Kesehatan di Jakarta Kamis, ia mengatakan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 mencatat hingga satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi dan dua pertiga di antaranya di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang.

Prevalensi hipertensi yang semakin meningkat dinilai merupakan masalah yang mencemaskan, sehingga peringatan Hari Kesehatan Dunia 2013 pun mengambil tema “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah”, yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan hipertensi.
Statistik Kesehatan Dunia tahun 2012 WHO melaporkan bahwa hipertensi adalah suatu kondisi berisiko tinggi yang menyebabkan sekitar 51 persen dari kematian akibat stroke dan 45 persen dari penyakit jantung koroner.

Selain itu, Tjandra menyebut hipertensi saat ini telah bergeser secara umum ke usia lebih muda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Banyak orang tidak memahami bahaya hipertensi yang seringkali tidak bergejala sehingga dikenal juga sebagai “the silent killer” padahal sebenarnya hipertensi dapat dicegah dan diobati.

Untuk melakukan pencegahan, Tjandra mengatakan masyarakat dalam menerapkan perilaku Cerdik atau Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.

WHO Representative to Indonesia, Khanchit Limpakarnjanarat menyebutkan empat faktor resiko utama untuk hipertensi itu adalah kebiasaan makan yang tidak seimbang, merokok, alkohol serta kurang aktivitas fisik dan stres.

“Faktor resiko ini sama untuk setiap individu, tapi jika membandingkan pola perilaku yang kurang baik antara kota dan desa, memang lebih banyak ditemukan di kota,” ujar Khancit. (antara)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.