Inggris Tolak Vaksin Meningitis B

BERBAGI
(itv)
(itv)
(itv)

 

 

Satu-satunya vaksin yang bisa mencegah infeksi meningitis yang mematikan sebaiknya tidak digunakan di Inggris, ini seperti dinyatakan sebuah komite. Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi, JCVI, yang memberi saran kepada pemerintah Inggris mengatakan, vaksin itu tidak efektif secara biaya dan sebaiknya tidak digunakan oleh layanan kesehatan nasional Inggris, NHS.

 

“Berdasarkan bukti yang tersedia, imunisasi rutin atas bayi dan anak-aak dengan menggunakan Bexsero kemungkinan besar tidak efektif secara biaya pada harga vaksin yang didasarkan dengan standar efektifitas biaya di Inggris sehingga tidak disarankan.”

 

Sekitar 1.870 terinfeksi menangitis B setiap tahunnya dan satu dari 10 di antaranya meninggal dunia. Sementara satu dari empat yang bertahan hidup menderita dampak sepanjang hidup, seperti kerusakan otak maupun kehilangan anggota badan.

 

Sebagian besar yang terkena adalah anak-anak di bawah berusia lima tahun yang menghadapi risiko terinfeksi bakteri yang menyebabkan radang otak dan saraf tulang belakang.

 

Risikobayi dan anak
Meningitis merupakan infeksi meninges atau selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Bakteri meningococcal tergolong biasa dan tidak berbahaya di hidung maupun tenggorokan satu dari 10 orang. Bakteri itu ditularkan melalui kontak jarak dekat.

 

Setiap orang bisa terkena meningitis namun bayi dan anak kecil di bawah usia lima tahun yang paling berisiko. Gejalanya antara lain panas tinggi dengan tangan dan kaki dingin, sakit kepala, maupun muntah-muntah.

 

Ada bebeberapa vaksin yang tersedia untuk berbagai meningitis namun yang dikembangkan Novartis merupakan satu-satunya yang melindungi meningitis B.

 

Diperkirakan vaksin produk Novartis itu efektif untuk 73% dari berbagai penyakit. Bagaimanapun belum ada negara yang menggunakannya secara nasional sehingga bukti-bukti tentang efektifitasnya terbatas.(bbc)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.