Turis Amerika Diperkosa Beramai-ramai di India

BERBAGI
gb demo
Demontrasi anti pemerkosaan di India (dunyanews)
gb demo
Demontrasi anti pemerkosaan di India (dunyanews)

berita9online, Polisi India mengatakan seorang turis perempuan Amerika Serikat berusia 30 tahun diperkosa beramai-ramai di negara bagian Himachal Pradesh. Polisi mengatakan wanita itu diserang setelah ia menerima tawaran tumpangan naik truk oleh tiga pria di Manali, kawasan wisata di India utara. Belum ada orang yang ditahan namun polisi meletakkan rintangan jalan dan mencari tersangka.

 

Hukum menyangkut kekerasan seksual disorot tajam di India sejak pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswa di satu bus di Delhi Desember lalu. Perkosaan beramai-ramai di Delhi itu memicu protes besar dan menyebabkan pemerintah melakukan amandemen hukum pidana menyangkut perkosaan.

 

Lima pria dan seorang remaja didakwa atas perkosaan itu. Salah seorang di antaranya gantung diri di penjara, menurut para pejabat.
Dalam kasus di Manali, polisi mengatakan tiga pria itu membawa turis Amerika ke tempat sepi dan memperkosa serta merampoknya.
Setelah tiba di Manila Senin (03/06), turis itu berupaya menuju Vashisth, kawasan wisata yang banyak dikunjungi turis asing.

 

Hukuman mati untuk sejumlah kasus

Kunjungan ke Vashist ditunda dan turis Amerika tersebut mencari taksi pada Selasa (04/06) tengah malam.

“Karena terjadi pada malam hari, ia tidak dapat melihat nomor plat truk,” kata polisi setempat, Vinod Dhawan.
“Sekitar pukul 07.00 pagi, kami meletakkan perintang jalan di banyak tempat dan kami terus mencari tersangka,” tambahnya.

“Kami telah menemukan sejumlah petunjuk di tempat kejadian,” kata Dhawan.

 

Serangan terhadap turis mulai terjadi setelah seorang turis Swiss diperkosa beramai-ramai di Madhya Pradesh bulan Maret lalu. Enam pria ditahan terkait perkosaan itu.
Pada bulan yang sama, India meloloskan RUU baru berisi hukuman yang lebih berat untuk kasus kejahatan termasuk hukuman mati untuk sejumlah kasus dalam perkosaan. Kasus serangan seksual meningkat di India namun turis asing jarang menjadi sasaran.(BBC)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.