Toyota Pegang Kendali Otomotif Dunia

BERBAGI
gbtoyotalogo
redif.com
gbtoyotalogo
redif.com

Jakarta, Perusahaan otomotif terbesar dunia Toyota Jepang masih menunjukkan domonasinya pada pasar dunia. Kini, dalam kuartal pertama tahun 2013, Toyota masih tetap teratas dan disusul General Motor AS dan Volkswagon Jerman
Toyota Motor Corp melaporkan pada hari Rabu 24 April hari ini bahwa ia telah menjual 2.430.000 kendaraan selama periode Januari-Maret. Jumlah itu melampaui perusahaan otomotif raksasa AS General Motors Co dengan 2,36 juta dan Volkswagen AG dari Jerman pada 2,27 juta kendaraan.

Penjualan kuartal pertama Toyota mengalami penurunan sampai 2,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara GM mengalami kenaikan 3,6 persen dan Volkswagen melonjak 5,1 persen. Hasil kuartalan GM berada sekitar 69.000 di bawah kendaraan buatan Toyota.

Pembuat Prius hybrid dan Camry ini dinobatkan sebagai pembuat mobil top dunia tahun lalu, setelah kalah dari GM tahun sebelumnya, ketika Toyota dibuat babak belur pasarnya oleh bencana tsunami dan gempa di timur laut Jepang. GM memegang kendali penjualan otomotif selama tujuh dekade sebelum kehilangan gelar itu pada tahun 2008 dan diraih Toyota.
Toyota menjadi korban kebangkitan sentimen anti-Jepang di China karena sengketa teritorial atas pulau-pulau kecil. Beberapa orang Cina khawatir jika terlihat mengendarai mobil Jepang. Pihak Toyota menuyebutkan, situasi pasar perlahan membaik tapi membutuhkan waktu lama.

Dengan diakhirinya subsidi untuk kendaraan hijau di Jepang juga menjatuhkan pasar Toyota di negara asalnya. Padahal, insentif seperti itu sangat membantu meningkatkan penjualan mobil hubrid yang mulai menapak populer.
Penjualan kendaraan triwulanan Toyota turun 13 persen di Cina dan turun 15 persen di Jepang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Toyota menderu kembali di Amerika Utara, dengan kenaikan penjualan sampai 7 persen, serta di banyak negara Asia, yang masih tertlihat relatif dominan.
Tersandung di China memang menyakitkan bagi Toyota. Sementara GM dan Volkswagen mendapatkan tanah kosong di pasar itu. China dianggap pasar terbesar di dunia, di mana potensi pertumbuhan tetap luas. Pasar Cina juga penting di tengah suramnya penjualan Toyota di Eropa.

Tahun lalu, Toyota menjual 9,7 juta mobil dan truk di seluruh dunia untuk mengalahkan GM dengan 9.290.000 kendartaan dan Volkswagen di 9,1 juta kendaraan.
“Daripada mengejar angka, kami mencoba untuk menjual satu mobil pada satu waktu, memproduksi mobil yang baik. Kita tidak fokuskan untuk menjadi No 1,” kata juru bicara perusahaan Toyota Shino Yamada.

Michael Dunne, seorang ahli pada industri otomotif di China dan presiden Dunne & Co, mengatakan bahwa Cina masih cukup potensial untuk penjualan mobil Jepang, tetapi ia juga memperingatkan adanya kompetisi yang ketat di negeri ini.
“Mereka harus bersaing dengan Amerika, Jerman dan Korea yang kini mulai masuk sebagai pesaing kuat. Selain itu, mereka harus menemukan cara bekerja sama dengan mitra usaha patungan Cina yang kini tengah mengalami hubungan yang tegang antara dua negara itu,” katanya seperti dikutip AP

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.