Saudi Pecat Imam dan Khatib Berpolitik

BERBAGI
Khutbah Jum'at di sebuah masjid di Arab Saudi
Khutbah Jum'at di sebuah masjid di Arab Saudi
Khutbah Jum’at di sebuah masjid di Arab Saudi

 

Jakarta-berita9online. Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Irsyad Krajaan Arab Saudi bulan Agustus lalu telah memberhentikan sejumlah imam masjid dan khatib di enam kota di wilayah Arab Saudi terkait dengan khotbah mereka yang dianggap menyentuh isu-isu sensitif yang bersifat politik.

 

Demikian seperti diberitakan harian Al-Hayat edisi hari Rabu, 11 September kemarin yang dikutip harian Saudi Gazette edisi Kamis, 12 Setember hari ini. Dilaporkan juga, bahwa ada sebagian imam yang ditangguhkan pelarangannya. Dengan demikian tercatat ada 18 imam yang mendapat sanksi keras dari Kerajaan Arab Saudi.

 

Saudi akhir-akhir ini memang menghadapi isu sensitif terkait dengan Mesir dan Suriah. Dukungan Saudi terhadap militer Mesir serta AS untuk mengempur Suriah tidak populer di Arab Saudi. Sementara para imam dan khatib dibayar tinggi oleh Karajaan sebagai pegawai pemerintah.

 

Menurut Kementerian itu, pihaknya telah melihat beberapa imam berfokus pada topik-topik politik yang sensitif berkaitan dengan insiden politik yang sedang berlangsung di sejumlah negara Arab. Wakil Menteri Urusan Agama Islam Tawfiq Al-Sudairy mengatakan, setelah penyelidikan, beberapa imam dipecat karena khotbah-khotbah mereka bisa menghasut umat.

 

Tiga imam, dua di Riyadh dan satu di wilayah Perbatasan Utara, dipecat dari pekerjaannya. Wakil Menteri mengatakan seorang imam di Jeddah dilarang memberikan khotbah dan saat ini sedang diselidiki sementara dua lainnya di Provinsi Timur dihentikan selama dua bulan. Dua imam lainnya, masing-masing di Tabuk dan Qassim, juga dipecat.

 

Dalam rangka menjaga sensitifitas dan perdamaian antar umat, pemerintah Arab Saudi sejak lama melarang khotbah yang menampilkan persoalan khilafiyah. Sebab, di Arab Saudi sendiri ada sekitar 15% warga yang memeluk faham Syiah yang jauh berseberangan dengan faham yang berkuasa di Arab Saudi. (SaudiGazette/MH)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.