Beranda Internasional

Saudi Ancam Jauhi Amerika Serikat

BERBAGI
Pangeran Bandar bin Sultan (foto: hereandnow)
Pangeran Bandar bin Sultan (foto: hereandnow)
Pangeran Bandar bin Sultan (foto: hereandnow)

 

berita9online, Beberapa anggota kerajaan Arab Saudi mengancam akan menjauh dari Amerika Serikat karena tidak menyetujui kebijakan Presiden Barack Obama dalam masalah Suriah dan Iran. Ancaman ini akan membuat persekutuan Washington dan Riyadh berada dalam titik terendah pada beberapa tahun terakhir.

 

Kepala badan intelejen Arab Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan mengancam akan melakukan “pergeseran besar” dalam hubungannya dengan Amerika Serikat. Riyadh ingin menunjukkan kekecewaan terhadap pilihan Amerika Serikat untuk tidak menyerang Suriah dan memperbaiki hubungan dengan Iran.

 

Seorang sumber yang dirahasiakan identitasnya oleh Reuters bercerita bahwa Pangeran Bandar, di depan para diplomat negara-negara Eropa, menyebut AS telah gagal bertindak secara efektif melawan Presiden Suriah Bashar al Assad.

 

Bandar juga menilai AS gagal mengatasi konflik Israel-Palestina dan semakin dekat dengan Teheran. “Pergeseran menjauh dari Amerika Serikat ini adalah langkah besar. Arab Saudi tidak ingin terus menerus bergantung pada negara tersebut,” kata sumber Reuters.

 

Belum jelas benar apakah penyataan mantan Duta Besar untuk Amerika Serikat selama 22 tahun tersebut didukung penuh Raja Abdullah.

 

Arab Saudi dan Amerika Serikat bersekutu dekat sejak merekda pada 1932. Washington merupakan pelindung keamanan Riyadh dengan imbalan pasokan minyak.

 

Hubungan kedua negara sempat memburuk beberapa kali, termasuk pada Perang Arab tahun 1973 saat Riyadh mengembargo minyak ke sejumlah negara Barat dan pada peristiwa penyerangan 11 September yang sebagian pelakunya berkebangsaan Arab Saudi.

 

Sebelumnya, Saudi juga mengirim pesan tegas mengenai ketidakpuasannya kepada ASpekan lalu saat menolak kursi keanggotaan sementara Dewan Keamanan PBB. Alasan penolakan Riyadh adalah kegagalan Dewan Keamanan menyelesaikan perang saudara di Suriah dan persoalan lain di Timur Tengah.

 

Sumber Reuters mengatakan Saudi tidak akan lagi berkoordinasi dengan AS mengenai perang di Suriah di mana Riyadh mengirim persenjataan dan dana kepada kelompok gerilyawan.(antara)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.