Polisi Kuwait Memberangus Aktifis Oposisi

BERBAGI
bentrok massa
Al-Jazeera
bentrok massa
Al-Jazeera

Berita9Online – Kerusuhan terjadi ketika polisi merazia pemimpin oposisi dalam upaya untuk menangkapnya setelah diterbitkan hukuman penjara. Polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan granat kejut kepada ribuan aktivis oposisi yang memprotes pemerintah.

 

Beberapa pengunjuk rasa terluka dalam bentrokan Rabu 17/4/2013. Ini adalah bentrokan pertama dalam waktu tiga bulan di negara Teluk kaya minyak sejak terjadi protes kekerasan akhir tahun lalu terhadap amandemen undang-undang pemilihan, kata seorang saksi.

 

Kekerasan pecah setelah Pasukan Khusus menggerebek rumah Mussallam al-Barrak, mantan anggota parlemen oposisi, dengan senapan serbu dalam upaya menangkapnya untuk menjalani hukuman penjara lima tahun karena dianggap menghina emir negara.

 

“Pasukan Khusus berperilaku sangat brutal terhadap para demonstran, ada sepuluh orang atau lebih di rumah sakit sekarang ” kata Mohammad Almatar, kepala hubungan internasional dari koalisi oposisi.

 

Diperkirakan 10.000 massa berbaris di kantor polisi sebelah barat daya ibukota Kuwait City, kemudian polisi mengusir demonstran dengan menembakkan gas air mata dan granat kejut, sementara demonstran melawan dengan kembang api dan batu.

 

Kementerian dalam negeri sudah tiga kali melayangkan surat panggilan dalam jangka dua hari, namun tidak mendapat respon. Tetapi Barrak mengatakan dia siap masuk penjara setiap saat.

 

‘Tindakan pengecut’

 

Barrak menggambarkan serangan di rumahnya sebagai “tindakan pengecut oleh pemerintah” dan mengatakan beberapa saudaranya dipukuli dan diperlakukan dengan buruk.

 

Pada hari Senin, pengadilan memerintahkan Barrak, pengkritik keras pemerintah yang dikendalikan oleh keluarga yang berkuasa, dipenjara selama lima tahun setelah dia dinyatakan bersalah atas tuduhan menghina emir dalam pidato publik di bulan Oktober.

 

Menteri Dalam Negeri Sheikh Ahmad al-Humoud al-Sabah, seorang anggota senior keluarga yang berkuasa, menyerukan Barrak untuk menyerahkan diri dan kemudian menjalani hukuman penjara.

 

Kepada televisi pro oposisi al-Youm, Barrak mengatakan, meskipun penghakiman adalah ilegal dan tidak adil, ia tidak menolak masuk penjara tapi ia hanya perlu melihat surat penangkapan aslinya.

 

Kepolisian Negara

 

Pada hari Selasa, di New York, Human Rights Watch meminta Kuwait untuk tidak menjatuhkan hukuman terhadap oposisi, sementara mantan anggota parlemen dari oposisi Mohammad al-Dallal mengatakan Kuwait semakin menjadi negara polisi.

 

Sampai saat ini Pengadilan Kuwait telah menghukum setidaknya 10 mantan anggota parlemen oposisi karena dianggap menghina emir. Negara kaya minyak itu telah diguncang krisis politik selama beberapa bulan terakhir karena penguasa mengubah aturan pemilu yang diklaim tidak konstitusional oleh oposisi. (Al-Jazeera)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.