Beranda Internasional

Pernikahan dan Pemakaman Yang Mengusik Masyarakat

BERBAGI
gbsyiah

gbsyiah

Jakarta (Berita9),  Pernikahan Muslim dan jasa pemakaman bisa diadakan di sebuah bungalow jika kelompok Islam menang dalam melakukan lobi. Pusat Kebajikan Islam Jaafriya telah mengadakan upacara keagamaan yang dihadiri hingga 150 orang, di rumah kecil yang dimiliki lembaga itu di Fairfax Drive, Westcliff, Inggeris.

 

Pertemuan-pertemuan telah berlangsung sejak 2010, meskipun kelompok ini tidak memiliki izin. Namun, sekarang telah muncul keinginan untuk bisa melangsungkan pernikahan Muslim Syiah di wilayah itu dan juga tempat dan prosesi pemakaman.

 

Namun, pemerintah setempat meminta mereka menghentikan penggunakan bungalow untuk ibadah dan mengajar anak-anak tentang Islam dan perpanjangan perizinan tak lagi dikeluarkan sejak Februari. Namun, dengan banding ke Inspektorat Perencanaan Pemerintah Southend, badan itu tak bisa menutup aktifitas muslim.

 

Warga sekitar khawatir jika upacara besar diperbolehkan di wilayah itu yang bisa membawa lebih banyak kerumunan orang yang akan menyebabkan lebih banyak masalah dengan parkir, lalu lintas, sampah dan kebisingan.

 

Ron Frood, 63, yang tinggal hanya beberapa pintu dari bungalow itu, ┬ámengeluh tentang kebisingan dan sampah. “Jika mereka ingin menggunakannya untuk pernikahan atau pemakaman perlu lokasi yang lebih baik seperti pada kawasan industri, tidak di daerah perumahan yang tenang.”

 

Dewan Inspektorat menerima keluhan warga warga dalam wawancara. Lebih 150 orang secara teratur menghadiri upacara di bungalow itu dan datang dengan mobil yang memblokir jalan, suara keras, anak-anak bermain dekat jalan dan kantong sampah makanan dibuang seenaknya.

 

Anggopta dewan Independent asal Westborough, Martin Terry mengatakan: “Saya tidak tahu mereka sedang merencanakan pernikahan dan pemakaman yang akan membawa lebih banyak gangguan. Ada tempat lebih cocok di sekitar kota yang dapat digunakan.”

 

Ketika Martin Terry mengetuk pintu tak ada jawaban dari dalam. “Kami juga menghubungi Nasser Hussain, 56, pemimpin mereka, namun tak ada jawaban yang memuaskan. (EchoNews/MH)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.