Paus Langka Dibunuh Untuk Kudapan Anjing di Jepang

BERBAGI
gb paus
Ikan Paus Sirip yang sudah langka(zona ikan)
gb paus
Ikan Paus Sirip yang sudah langka(zona ikan)

Aktifis lingkungan mengatakan Paus Sirip langka telah diburu di Islandia dan diekspor ke Jepang untuk dijadikan kudapan mewah anjing peliharaan. Daging Paus Sirip dari Atlantik Utara biasa dijual warga Islandia ke Jepang untuk di konsumsi manusia sejak tahun 2008, namun sekarang berlangsung tren baru dimana daging ikan Paus Sirip dijadikan kudapan mewah untuk hewan peliharaan terutama anjing.

 

Diketahui, Pemerintah Islandia memang berencana melanjutkan kembali kebijakan perburuan ikan paus komersial pada bulan Juni mendatang. Perburuan itu diharapkan bisa menangkap lebih dari 180 ikan paus selama beberapa bulan mendatang. Perusahaan penangkapan ikan paus Islandia Hvalur dikabarkan tengah menyiapkan dua kapal untuk berburu.

 

Hal ini langsung memicu kemarahan dikalangan pegiat lingkungan, mereka menuduh pemerintah Islandia telah melanggar moratorium global memburu spesies paus. EIA mengatakan sangat aneh dan keterlaluan jika Paus Sirip dibunuh hanya untuk memasok makanan khusus anjing di pasar Jepang.

 

Kepada Radio Australia, Connect Asia, aktifis dari EIA, Clare Perry, mengatakan hampir 100 persen dari daging ikan paus yang diburu diekspor ke Jepang.

Dia mendesak pemilik hewan peliharaan di Jepang untuk benar-benar berpikir tentang apa yang anjing mereka butuhkan.

“Anjing tidak pernah secara alami memakan daging ikan paus.

“Mengapa mereka harus diberi kudapan yang terbuat dari hewan eksotik yang dikirim dari separuh belahan bumi ketika ada banyak alternatif kudapan lain yang tersedia yang tidak merusak lingkungan, dan tentu saja tidak mendorong kepunahan sebuah spesies.”

 

Paus Sirip tercatat sebagai hewan langka yang sangat terancam punah. Tapi Pemerintah Islandia mengatakan populasi ikan paus sirip telah meningkat sehingga kegiatan perburuan paus di negaranya dimungkinkan. (abc australia)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.