Panel Senat AS Setujui Serangan ke Suriah

BERBAGI
Parlemen AS (gb. politico)
Parlemen AS (gb. politico)
Parlemen AS (gb. politico)

berita9online, Sebuah panel senat di Amerika Serikat telah menyetujui proposal penggunaan kekuatan militer di Suriah, sebagai reaksi atas penggunaan senjata kimia yang mereka tuduhkan kepada pemerintah negara itu.

 

Proposal tersebut memungkinkan penggunaan kekuatan di Suriah selama 60 hari dengan kemungkinan untuk diperpanjang selama 30 hari. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pengiriman tentara AS dalam jangka waktu lama di lapangan.

 

Presiden Barack Obama berupaya membangun dukungan di dalam maupun luar negeri guna melancarkan serangan militer ini.
Tokoh-tokoh penting di senat diberitakan mendukung rencana Obama untuk menyerang ini.

 

Sejauh ini, menurut hitungan AFP yang berdasarkan berita dari ABC/BBC News, hanya 21 senator mengatakan mendukung atau cenderung mendukung rencana tersebut.

 

Tiga belas dari mereka menyatakan menentang atau yang cenderung menentang resolusi ini, sementara 66 orang lainnya masih ragu-ragu atau tidak diketahui. Namun, angka-angka tersebut bisa berubah lagi.

 

Seorang senator senior dari partai Demokrat, Dick Durbin, dalam panel tersebut mengatakan sebelumnya ia menentang perang di Irak, tetapi menyatakan “ini berbeda.”

 

“Apa yang kami lakukan hari ini merupakan langkah ke arah yang benar,” katanya. “Saya berharap itu membuat dunia yang lebih aman.”

 

Tapi senator lain dari partai Demokrat, Senator Tom Udall, mengatakan ia telah memilih tidak karena ia percaya hal itu akan melibatkan AS dalam perang sipil Suriah.

 

‘Kerry berbohong’
Sementara di Suriah, Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Mekdad mengatakan Damaskus telah mengumpulkan dukungan dari para sekutunya, yang “menawarkan segala macam bantuan.” Diantara para sekutu itu ia menyebut Iran, Rusia, Afrika Selatan dan beberapa negara Arab.

 

Televisi pemerintah Suriah membantah laporan bahwa mantan Menteri Pertahanan, Jenderal Ali Habib, telah membelot ke Turki.

 

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Rabu (04/09) kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut Kerry sebagai pembohong karena menuduhnya menyangkal bahwa pasukan oposisi di Suriah disusupi oleh orang-orang dari al-Qaeda.

 

“Dia berbohong dan dia tahu bahwa dia berbohong,” kata Putin.

Putin sebelumnya juga memperingatkan AS agar tidak mengambil tindakan sepihak atas Suriah.

 

Pada hari Selasa (03/09) lalu, Kerry mengatakan kepada senator AS bahwa “pada dasarnya adalah tidak benar” al-Qaeda memiliki pengaruh dalam jajaran pemberontak si Suriah.

 

PBB mengatakan lebih dari 100.000 orang tewas dan dua juta lainnya melarikan diri dari negara itu sejak pemberontakan terhadap Presiden Assad dimulai pada Maret 2011 silam.(bbc)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.