Beranda Internasional

Cari MAS, AS Juga Kerahkan Pesawat Pengintai Canggih P-8A Poseidon

BERBAGI
Pesawat P-8A Poseidon [foto: boeing]
 Pesawat P-8A Poseidon [foto: boeing]
Pesawat P-8A Poseidon [foto: boeing]

Kuala Lumpur-berita9online,  Membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, militer Amerika Serikat (AS) juga mengirimkan pesawat pengintai P-8A Poseidon. Hal ini setelah AS mengerahkan kapal militer USS Kidd untuk menyisir Samudera Hindia.

 

Menurut Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur dalam pernyataannya, pesawat P-8A memiliki kecepatan maksimum 490 knot. Pesawat yang berfungsi khusus memantau perairan ini, mampu melakukan pemantauan setinggi 41 ribu kaki dengan jangkauan sejauh 2.222 kilometer selama 4 jam pencarian.

 

“Untuk misi seperti pencarian MH370, pesawat P-8A akan terbang pada ketinggian 5 ribu – 10 kaki dalam kecepatan 350 knot, dengan waktu pencarian kira-kira selama 8-9 jam tergantung pada luas area pencarian,” demikian pernyataan Kedubes AS di Kuala Lumpur, seperti dilansir kantor berita Bernama, Jumat (14/3/2014).

 

Dalam pernyataannya, AS juga menambahkan bahwa pesawat jenis P-8A ini merupakan pesawat pemantau paling canggih yang mampu melakukan penerbangan jarak jauh. Pesawat ini juga mampu melacak keberadaan kapal selam dan benda lainnya yang tidak ada di permukaan laut.

 

“Pesawat dengan multi-misi, yang juga memiliki kemampuan intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) yang mumpuni,” demikian disampaikan Kedubes AS.

 

Kapal USS Kidd milik Angkatan Laut AS digeser lokasi pencariannya dari Selat Malaka ke wilayah Samudera Hindia. Hal ini setelah pejabat senior Pentagon AS yang enggan disebut namanya menuturkan adanya indikasi bahwa MAS MH370 jatuh di Samudera Hindia.

 

Pejabat AS menyatakan, kapal USS Kidd tipe destroyer tersebut membutuhkan waktu 24 jam untuk mencapai posisi yang diduga menjadi lokasi jatuh pesawat di Samudera Hindia. Tidak disebut langsung lokasi pasti yang menjadi titik pencarian USS Kidd.

 

Namun analisis mantan pilot British Airways, Alastairs Rosenschein menyebutkan bahwa pesawat berbalik arah dan terbang hingga jauh ke Samudera Hindia, antara Madagaskar dengan Australia. Hal ini, menurut Rosenschein didukung oleh teori pesawat kehilangan tekanan kabin dan membuat pingsan seluruh penumpang serta awaknya setelah hilang kontak.

[detik]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.