Berbagi sepeda: alternatif transportasi umum di kota Melbourne

BERBAGI
gbike

gbike

Melbourne menjadi kota pertama di Australia yang memberikan pinjaman sepeda kepada warganya atau dikenal dengan istilah “Melbourne Bike Share”.

Cukup dengan membayar $2.7 atau kurang dari Rp 30.000, layanan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 ini memudahkan warga kota Melbourne untuk menyewa sepeda dalam sehari. Tapi tentunya, Anda pun harus membayar ekstra jika menggunakannya lebih dari dua jam, untuk mencegah pencurian sepeda.

Layanan di kota Melbourne ini menggunakan model sistem kota Lyon di Perancis yang mengagas layanan peminjaman sepeda dengan dilengkapi kartu batas waktu yang menghindari pencurian sepeda. Program yang diberi Velo ini ternyata menuai keberhasilan dan meningkatkan jumlah pengendara sepeda hingga 500 persen. Dalam waktu yang singkat populasi pengendara sepeda meningkat dari 1,5 menjadi hampir 10 persen.

Kesuksesan sistem inilah yang kemudian diadaptasi oleh beberapa kota lainnya di Eropa, seperti Paris, Barcelona, hingga Montreal di Kanada, sampai akhirnya di Melbourne, Australia.

Dan sistem itu juga mencegah kasus pencurian sepeda -seperti yang pernah terjadi pada tahun 1993, ketika kota Cambridge di Inggris menghentikan layanan ini ketika hampir semua sepedanya hilang.

 

Tantangan ‘Bike Share’

Tantangan yang dihadapi Melbourne dalam memberikan pelayanan ‘Bike Share’ ini adalah penyediaan helm sepeda. Di kota ini sangat ketat peraturannya untuk menggunakan helm bagi mereka yang menggunakan kendaraan beroda dua, termasuk sepeda. Tetapi masalah ini segera ditangani dengan menjual helm-helm yang bisa dibeli dengan hanya $5 atau sekitar Rp 50.000.

Menurut pengamatan Gary Brennan, dari jaringan sepeda di negara bagian Victoria, Bicycle Network Victoria, kebanyakan pengguna layanan sepeda di luar negeri adalah mereka yang menggunakannya hampir setiap hari.

“Mereka menggunakannya secara rutin, yang memilih bersepeda karena jauh lebih nyaman, atau untuk perjalanan singkat yang tidak disediakan oleh transportasi umum lainnya. Karenanya, mereka pasti sudah tahu untuk membawa helm sendiri,” ujarnya.

Kendala lainnya adalah lokasi penyebaran penduduk di Melbourne yang tersebar luas, sedangkan penyewaan sepeda hanya tersedia terbatas di daerah dekat pusat kota.

 

Jalur Khusus Sepeda

Peter Midgley, pengamat transportasi perkotaan dari Global Knowledge Partenership mengatakan ada beberapa hal yang menjadi kunci kesuksesan layanan penyewaan sepeda seperti jumlah sepeda yang cukup, faktor cuaca, dan tata ruang.

“Dari pengalaman yang sudah-sudah ini juga tergantung dari kemudahan dan keamanan bersepeda di Melbourne, juga ketersediaan jalur khusus sepeda,” ujarnya.

Sejak tahun 2011, pemerintah kota Melbourne telah menghabiskan dana hingga mencapai lebih dari Rp 10 miliar untuk pembangunan dan perluasan jalur khusus sepeda. Rencananya jalur khusus sepeda akan dibangun hingga mencapai 100 kilometer dan diharapkan menjadikan Melbourne sebagai kota tujuan paling populer untuk bersepeda di Australia.

Pembangunan jalur khusus sepeda ini menimbulkan perdebatan karena akan mengurangi jalur mobil di sebagian ruas jalan.

“Pengambilan ruas jalan ini tentunya bukan pilihan yang terbaik,” tegas Brian Negus dari asosiasi kendaraan bermobil di Victoria, RACV.

“Seharusnya jalur khusus ini dengan menggunakan fasilitas yang sudah ada seperti di kawasan Docklands, meskipun memang menjadi lebih mahal.”

Tetapi Gary Brennan mengatakan justru pengambilan ruas jalan ini seharusnya bisa mengubah pandangan warga soal transportasi.

“Dalam 15 tahun depan akan semakin banyak orang yang bekerja di pusat kota dan kita tentunya tidak ingin mereka semua mengendarai mobil dan menyebabkan kemacetan,” ujar Gary.

“Kami menilai mereka akan lebih banyak menggunakan transportasi umum dan jumlah pengendara sepeda semakin banyak.”

Jumlah pengguna sepeda di Melbourne meningkat

Menurut Dewan Kota Melbourne, jumlah pengendara sepeda di Melbourne meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Gary Brennan mengatakan kalau peningkatan jumlah ini tentunya juga akan merubah suasana jalanan dan kultur dari warga kota Melbourne.

“Tentunya ada perubahan besar dan seluruh warga mengalami proses adaptasi yang cukup besar soal ini,” ujar Gary.

Perubahan yang dimaksud oleh Gary adalah jalur khusus untuk sepeda, perubahan dalam aturan menggunakan jalanan, termasuk apakah perlu ada nomer registrasi sepeda.

Tetapi Gary mengatakan bahwa jumlah pengemudi sepeda yang meningkat pesat ini bukan berarti menyebabkan jalanan menjadi lebih berbahaya.

“Justru secara statistik jalanan di kota Melbourne masih kurang aman untuk para pengemudi sepeda,” tambahnya.

Menurut Gary, yang kini perlu dibenahi adalah pembenahan infrastruktur, mengingat semakin banyak warga yang memilih bersepeda ke kantor.(australia radio)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.