Beranda Internasional

Australia Gagal Lindungi Anak-anak Korban Kelaparan

BERBAGI
gb siksa anak
Ilustrasi (gb. kolomkita/detik)
gb siksa anak
Ilustrasi (gb. kolomkita/detik)

Adelaide-berita9online, Laporan atas kasus pengabaian yang menyebabkan 21 anak di Australia Selatan mengalami kelaparan parah mengutarakan kasus itu bisa diketahui lebih awal apabila departemen pemerintahan di Australia berbagi informasi. Lima orang dipenjara atas kasus tahun 2008 tersebut.

 

Pada tahun 2008 lima anak-anak yang kelaparan dan terabaikan diselamatkan dari sebuah rumah di kota Adelaide setelah satu anak lainnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Anak-anak tersebut saat itu berusia antara empat sampai tujuh tahun, dilaporkan dalam kondisi kelaparan parah sehingga otak mereka juga sudah mengkerut.

 

Mereka dipukuli, dicekik, dipaksa berdiri menghadap tembok setiap hari selama berjam-jam dan terkadang dipaksa memuntahkan makanan. Anak-anak itu adalah sebagian dari 21 anak dan enam orang dewasa yang hidup dalam kondisi mengenaskan di perumahan umum.

Lima dari enam orang dewasa tersebut dipenjara atas kejahatan tersebut, termasuk orang tua anak-anak yang diabaikan itu.

 

Pertanyaan muncul tentang bagaimana pelecehan hak tersebut bisa terjadi tanpa diketahui, dan pemerintah negara bagian Australia Selatan memerintahkan penyelidikan oleh sebuah komisi kusus, Child Death and Serious Injury Committee.

 

Hari ini, ketua komisi tersebut, Deej Eszenyi, merilis rekomendasinya di hadapan wartawan yang kebanyakan terlihat terkejut. Dia mengatakan beberapa lembaga pemerintahan memiliki informasi sedikit tentang rumah tersebut, tapi informasi tersebut tidak pernah disatukan.

“Kalau lembaga-lembaga pemerintah mengerti pentingnya informasi-informasi kecil yang mereka miliki, dan kalau lembaga-lembaga tersebut berkomunikasi satu sama lain dan menyatukan informasi yang mereka miliki, maka ada kemungkinan rumah tersebut akan didatangi sebelum tindak kejahatan atas anak-anak tersebut terjadi,” katanya.

 

Komisi tersebut membuat 32 rekomendasi untuk praktik komunikasi yang lebih baik antar departemen pemerintah. Semua rekomendasi laporan tersebut akan diterima oleh Pemerintah Negara Bagian.

“Yang seharusnya kami lakukan adalah berbagi informasi,” kata Menteri Urusan Pengembangan Anak, Jennifer Rankine.

“Yang seharusnya kami lakukan adalah memastikan lembaga yang memiliki mandat untuk menyelidiki perlindungan anak memilki informasi lengkap,” lanjutnya.

 

Juru bicara oposisi, David Pisoni, menuduh pemerintah bergerak terlalu lamban, karena rekomendasi tersebut sudah diberikan tujuh bulan yang lalu.

“Pemerintah harus menjelaskan kenapa mereka memerlukan waktu tujuh bulan untuk merilis rekomendasi ini dan apa dasar rekomendasi tersebut. Mereka mengatakan tidak akan ada laporan yang dirilis,” katanya.

 

Ahli perlindungan anak dari University of South Australia, Elspeth McInnes, mengatakan masyarakat lebih luas juga harus bertanggung jawab.

“Ini adalah cerminan komunitas yang lebih luas, tetangga, orang–rang lain yang mungkin sudah melihat apa yang terjadi,” katanya.

“Kita harus bertanya: Apakah orang-orang melaporkan kejadian-kejadian seperti ini atau apakah mereka diam saja, dan menganggap ini urusan orang lain?” (ABC Australia)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.