Assad : Suriah Mampu Hadapi Israel

BERBAGI
assadgb
Presiden Suriah: Bashar Al-Assad (telegraph)
assadgb
Presiden Suriah: Bashar Al-Assad (telegraph)

Damaskus, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dalam sebuah pidato televisi mengatakan negaranya mampu menghadapi Israel.

Pernyataan itu merupakan tanggapan terbuka pertama Presiden al-Assad setelah serangan udara Israel atas    sejumlah sasaran di dekat ibukota Damaskus akhir pekan lalu.

”Rakyat Suriah dan personel militer, yang mencapai keberhasilan besar dalam melawan terorisme dan kelompok jihad, mampu menghadapi petualangan Israel, yang melakukan wajah terorisme dengan sasaran Suriah setiap hari,” tutur Presiden al-Assad seperti disiarkan TV pemerintah.

“Agresi Israel yang baru-baru ini mengungkapkan keterlibatan pasukan pendudukan Israel dan negara-negara Barat serta di kawasan yang mendukung agresi melalui insiden yang sedang berlangsung di Suriah.”

Namun dia sama sekali tidak menyinggung aksi balas dendam Suriah atas serangan Israel tersebut.

Sebelumnya dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, yang menegakasn Iran akan mendukung Suriah dalam menghadapi upaya Israel untuk mengganggu keamanan kawasan.

Konferensi internasional

Para pejabat Israel mengatakan serangan udara pada Jumat (03/05) dan Minggu (05/05) ditujukan atas senjata Iran yang melintasi Suriah untuk mencapai kelompok militan Hisbullah di Libanon.

Pemerintah Damaskus, melalui protes resminya ke PBB, menyebutkan serangan menyebabkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerusakan fisik yang meluas.

Dalam perkembangan terpisah, Rusia dan Amerika Serikat, sepakat untuk melaksanakan konferensi internasional guna mencegah penyelesaiakan atas konflik politik di Suriah.

Kesepakatan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dengan mitranya dari Amerika Serikat, John Kerry, setelah menggelar pertemuan di Moskow, Selasa (07/05).

Konferensi internasional yang dimaksud merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kelompok Aksi yang berlangsung di Jenewa pada Juni 2012.

“Kami yakin Komunike Jenewa merupakan jalur yang penting untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah,” tutur Kerry kepada para wartawan.

“Pilihan lainnya adalah akan lebih banyak kekerasan. Pilihan lainnya adalah Suriah mengarah semakin dekat ke arah kemusnahan, jika memang sedang tidak dalam kemusnahan atau kekacauan.”

PBB memperkirakan sejak konfliK Suriah marak sekitar dua tahun lalu, sudah jatuh korban sekitar 70.000 jiwa sementara dan lebih dari satu juta warga mengungsi dari Suriah  (bbc)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.