AS Akan Kirim F-16 ke Mesir

BERBAGI
gb. f-16
(gb. fas)
gb. f-16
(gb. fas)

berita9online, AS akan mengirimkan empat pesawat tempur F-16 ke Mesir menyusul kerusuhan yang terjadi di negara tersebut, seperti disampaikan oleh seorang pejabat Amerika. Washington juga terus mencermati kondisi di Mesir, pasca penggulingan Presiden Klik Mohammed Morsi oleh militer pada pekan lalu.
Bantuan militer AS ke Kairo secara hukum akan dihentikan jika penggulingan pemimpin Ikhwanul Muslimin ini merupakan kudeta.

 

Ikhwanul Muslimin meminta agar Morsi dikembalikan pada kekuasaanya.
Para pendukungnya menggelar protes massa disekitar barak Kairo, yang diyakini merupakan lokasi penahanan Morsi.Pada Senin (8/7), lebih dari 50 orang loyalis Ikhwanul Muslimin tewas dalam bentrokan dengan tentara.

 

‘Kepentingan AS’
Pejabat AS mengatakan Washington akan mengirimkan empat jet tempur F-16 dalam waktu beberapa pekan mendatang.
Empat jet tersebut merupakan bagian dari 20 pesawat yang akan dikirimkkan Mesir – delapan diantaranya sudah diterbangkan pada Januari lalu. Delapan pesawat lainnya akan dikirimkan pada akhir tahun ini.

 

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney pada Rabu mengulangi pernyataan bahwa AS tidak memiliki kepentingan untuk segera melakukan perubahan terhadap program bantuan ke Mesir.
Dia menambahkan pemerintah AS membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan implikasi dari penggulingan Morsi dari kekuasannya.
Bantuan militer AS ke Mesir mencapai estimasi $1,3 milliar per tahun.

 

Presiden Barack Obama secara hati-hati tidak menggunakan kata “kudeta” terhadap peristiwa yang terjadi di Mesir untuk menghindari pemutusan bantuan, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Washinton, Katy Watson.
Seorang juru bicara kementrian luar negeri Mesir mengatakan Morsi telah ditahan di sebuah “tempat aman” dan diperlakukan “secara terhormat”.

 

Sementara itu, perintah penahanan juga telah diterbitkan bagi pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, dan sembilan tokoh senior.
Mereka tuduh melakukan penghasutan dalam aksi kekerasan berdarah di Kairo, Senin lalu.(bbc)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.