Vietnam Akan Beli CN 295 Buatan PT. DI

BERBAGI
gb. cn295
Pesawat CN 295 buatan PT Dirgantara Indonesia (gb. lickriver)
gb. cn295
Pesawat CN 295 buatan PT Dirgantara Indonesia (gb. lickriver)

Jakarta-berita9online, Menteri Pertahanan (Menhan) Vietnam, Jenderal Phung Quang Thanh, mengatakan bahwa Vietnam berminat membeli pesawat CN 295 produksi Indonesia, karena sesuai dengan kebutuhan negeri tersebut.

 

Siaran pers KBRI Hanoi di Jakarta, Senin 2/7, menyebutkan Menhan Vietnam juga berencana mengirim delegasi Angkatan Udara Vietnam ke Indonesia untuk mempelajari industri penerbangan Indonesia dan menanyakan hal-hal yang lebih rinci mengenai pesawat CN 295.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Jenderal Thanh.

 

Wamenhan RI yang didampingi Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso dan sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan PT DI melakukan kunjungan tiga hari ke Vietnam dalam rangka perjalanan ke enam negara ASEAN untuk memperkenalkan pesawat CN 295.

Sjafrie beserta rombongan mendarat dengan menggunakan pesawat jenis itu di Ho Chi Minh City dari Bandar Seri Begawan pada 25 Mei dan meneruskan perjalanan ke Hanoi pada 26 Mei.

 

PT DI mengadakan Air Show pesawat CN 295 dan “Joy Flight” selama lebih kurang 45 menit pada Senin (27/5).

Turut dalam program Joy Flight tersebut adalah wakil Panglima AU Vietnam beserta jajarannya, Dubes RI untuk Vietnam Mayerfas, Dubes Spanyol Fernando Curcio Ruigomez, Atase Pertahanan RI Kolonel Susilo Adi Purwantoro, dan direksi PT DI.

 

Pada pertemuan terpisah, Wakil Panglima AU Vietnam Mayor Jenderal Nguyen Kim Khach mengatakan bahwa Vietnam telah menjajaki untuk memiliki pesawat sejenis CN 295. Dia mengatakan dirinya telah mencoba pesawat tersebut di Spanyol.

 

Dengan dirakitnya pesawat CN 295 di Indonesia, hal itu akan lebih baik bagi Vietnam mengingat pelayanan purna jual dapat dilakukan oleh Indonesia, yang berjarak lebih dekat dengan Vietnam, katanya. (antara)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.