Tiket Mahal, Penerbangan Surabaya-Sumenep Gagal

BERBAGI
(foto: indoflyer)
(foto: indoflyer)
(foto: indoflyer)
(foto: indoflyer)

 

Sumenep-berita9online, Rencana penerbangan pesawat komersial milik Trans Nusa Pasifik dari Bandara Trunojoyo Sumenep dengan rute Sumenep – Surabaya gagal direalisasikan. Pasalnya, ada ketidaksesuaikan harga tiket.

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep sempat merilis harga tiket yang dipatok Trans Nusa Pasifik, untuk sekali penerbangan Sumenep – Surabaya, Rp 204 ribu. Harga tersebut sesuai dengan yang disampaikan pihak Trans Nusa Pasifik, saat survey Bandara Trunojoyo.

 

Namun informasi terbaru, harga tiket tersebut diralat oleh pimpinan Trans Nusa Pasifik. Mereka mematok harga Rp 600 ribu untuk sekali penerbangan ke Surabaya.

 

“Kami tentu saja menolak dengan tawaran harga baru itu. Kalau Rp 600 ribu, itu sangat berat bagi masyarakat Sumenep. Dulu kan Trans Nusa sendiri yang bilang harga tiketnya cukup Rp 204 ribu. Sekarang pimpinan Trans Nusa membantah dan menyatakan perhitungan staff nya keliru,” kata Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Sidik, Selasa (29/10/13).

 

Buntut penolakan harga baru tersebut, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim pun meninjau ulang keinginan Trans Nusa Pasifik membuka sekolah pilot di Bandara Trunojoyo. “Awalnya ini kan satu paket. Selain membuka sekolah pilot, juga ada penerbangan komersial. Karena penerbangan komersialnya gagal, ya permohonan membuka sekolah pilotnya dipending dulu,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Soengkono menerangkan, pihaknya saat ini tengah berupaya menggandeng maskapai penerbangan lainnya, untuk memuluskan rencana pengoperasian Bandara Trunojoyo sebagai bandara dengan penerbangan reguler. “Ada cukup banyak alternatif lain. Sushi Air, Citylink, dan beberapa maskapai lain. Kami masih terus berupaya. Termasuk yang Wing Umar Sadewa, rencananya kan juga beroperasi akhir tahun ini,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, saat ini di Bandara Trunojoyo tengah berlangsung pengerjaan penambahan ketebalan aspal di runway atau landas pacu. Penebalan aspal tersebut dilakukan, agar Bandara Trunojoyo bisa disinggahi pesawat berkapasitas 50 seat. “Kalau untuk Lion Air dengan pesawat jenis ATR 72 akan dioperasikan menunggu perpanjangan runway. Saat ini kan baru selesai pembebasan lahannya,” ungkap Soengkono.

 

Sejak tahun 2010, Bandara Trunojoyo dimanfaatkan Merpati Pilot School sebagai lokasi latih terbang. Direncanakan, tahun 2013, akademi penerbangan Wing Umar Sadewa juga akan memanfaatkan Bandara Trunojoyo sebagai lokasi latih terbang para siswanya. Rencana tersebut sudah didahului dengan penandatanganan MoU antara pemkab Sumenep dan PT Wing Umar Sadewa, 4 Juli 2012. [tem/ted/beritajatim]

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.