Beranda Ekonomi

Pemetik Cengkeh di Sulawesi Utara Bergaji Manager

BERBAGI
gb. petikcengkeh
(gb. anangfathony)
gb. petikcengkeh
(gb. anangfathony)

berita9online, Harga cengkih yang terus melonjak hingga mencapai 130 ribu per kilogram saat panen ini membawa berkah pendapatan bagi buruh petik cengkih menjadi setingkat manajer.

 

“Dalam sehari kami bisa menerima pendapatan lebih 300 ribu, ini baru terjadi tahun ini menyusul pergerakan harga cengkih yang di luar kebiasaan karena justru terus naik di saat panen sedang berlangsung,” kata Roy Taroreh, salah satu buruh petik cengkih di Kecamatan Tombulu, Minahasa.

 

Pendapatan buruh tertinggi tersebut bisa didapatkan karena perhitungan ongkos petik yang dibayar pemilik kebun cengkih saat ini di Sulut mencapai 4 ribu per liter.

Dengan gaji 4.000 per liter maka seorang buruh petik hanya membutuhkan hasil panen 75 liter sudah bisa menghasilkan pendapatan 300 ribu per hari.

Ukuran hasil petik 75 liter per hari bagi buruh petik merupakan hal yang mudah terutama bagi mereka yang sudah terbiasa memanen.

 

Roy Udung, salah satu buruh petik cengkih di Minahasa mengatakan, bila kondisi pohon cengkih berbuah lebat, dia malah bisa memanen lebih 100 liter sehari. Dengan hasil panen 100 liter per hari maka pendapatannya bisa mencapai 400 ribu sehari.

Pendapatan 400 ribu berarti dalam sebulan seorang buruh petik cengkih bisa mendapatkan gaji hingga 9,6 juta juta selama Juni tahun ini.

 

Perhitungan hari kerja petik cengkih selama Juni tahun ini yakni 24 hari kerja karena hanya hari Minggu saja buruh petik tidak melakukan aktivitasnya.

Jumlah hari kerja 24 hari dikalikan dengan hasil panen 75 hingga 100 per liter per hari maka seorang buruh petik bisa mendapatkan gaji Rp9 juta hingga 10 juta per bulan. Pendapatan sebesar itu setara dengan gaji seorang manajer di perusahaan.

 

Albert Mokodongan, seorang pemilik cengkih berskala cukup besar di Kecamatan Tombulu, Minahasa mengatakan, ongkos petik cengkih menjadi tinggi karena penetapannya bergantung pada harga cengkih pedagang.

“Saat ini pedagang membeli cengkih kering 130 ribu per kilogram, sementara untuk mendapatkan satu kilogram cengkih kering tersebut, hanya dibutuhkan cengkih segar atau mentah sekitar enam liter, dengan biaya buruh petik Rp4.000 per liter maka ongkos yang dikeluarkan hanya 24 ribu,” kata Albert.

 

Dengan harga pedagang pembeli cengkih 130 ribu per kilogram dipotong biaya petik Rp24 ribu ditambah biaya lain, maka petani praktis masih menerima pendapatan bersih berkisar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu, karena itu pemilik berani membayar ongkos petik hingga 4.000 per liter.

 

Ongkos petik 4.000 per liter, merupakan angka tertinggi selama ini, pada saat panen tahun lalu, petani hanya berani membayar 2.500 hingga Rp3.000 per liter, karena harga cengkih ketika itu hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per liter.

 

Di setiap daerah sentra cengkih masa panen cengkih berlangsung hanya sekitar dua bulan. Dengan demikian seorang buruh petik cengkih bila bekerja maksimal maka dia akan menghasilkan 100 liter setiap hari, bisa mendapatkan pendapatan bersih 20 juta selama masa panen berlangsung.

 

Jumlah penduduk Sulut yang beralih jadi buruh petik cengkih di setiap kali masa panen  berlangsung memang belum ada hitungan pasti, namun menurut perhitungan Forum Petani Cengkih Indonesia Sulut, jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu orang, dengan demikian sangat besar jumlahnya bila dikalikan dengan pendapatan per bulan.

 

Hukum Tua Desa Rumengkor, Martinus Mamuaja mengatakan, kendati buruh petik cengkih mendapatkan gaji tinggi, tetapi secara umum belum mampu mengubah tingkat ekonomi mereka sendiri.

“Pendapatan yang diterima selama menjadi buruk petik, selain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak sekolah, juga sebagian besar untuk membiayai hidup keluarganya, tak heran bila banyak di antaranya yang hidupnya tetap susah, sikap konsumtif menjadi penyebabnya,” kata Martinus.

 

Seusai panen, banyak di antaranya yang harus membanting tulang pada pekerjaan kasar lainnya guna mendapatkan uang demi membiayai hidup keluarga.

Hukum ekonomi, semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin tinggi pula pengeluarannya, ini juga berlaku bagi buruh petik cengkih.

 

Karena itu perlu kiranya dipikirkan para pemangku kepentingan untuk membentengi para buruh petik cengkih ini sehingga ketika mereka mendapatkan hasil melimpah dapat mengatur keuangannya dengan baik.

 

Ditilik dari pendapatan, maka buruh petik memang menjadi setara dengan seorang manajer perusahaan, namun dilihat dari tingkat hidup, buruh petik sangat kontras, kehidupan mereka masuk kategori miskin, karena itu dibutuhkan kebijakan dan juga pemberdayaan agar pendapatan yang hanya sementara tersebut, mampu mengubah kehidupan seutuhnya.(antara)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.