Beranda Ekonomi

Normalkan Harga, Bulog Serap Ratusan Ton Bawang Merah

BERBAGI
[foto: lampungtoday]
[foto: lampungtoday]
[foto: lampungtoday]

Probolinggo-berita9online, Perusahaan Umum Bulog membeli bawang merah di sentra-sentra penghasil bawang merah sejak awal Juni lalu. “Kami survei harga di tingkat petani bersama Menteri Pertanian,” kata Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Wahyu Suparyono saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Bawang Merah, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu, 24 Juni 2015.

 

Menteri Pertanian dan Bulog sepakat untuk membeli bawang merah itu untuk dijual di Jakarta. Akibatnya, “harga turun”. Sejauh ini Bulog sudah membeli 400 ton, sesuai kebutuhan nasional.

 

Bulog, menurut Wahyu, adalah stabilisator harga. Ketika harga di tingkat petani rendah, Bulog akan membeli dengan harga standar. Sedangkan ketika harga di pasar tinggi, Bulog berkewajiban menggelar operasi bawang merah. Selama masih ada gejolak harga, Bulog akan terus membeli. Di pasar Nganjuk, Bulog membeli dengan harga Rp 14 ribu dari harga petani Rp 12 ribu.

 

“Yang diharapkan adalah tata niaga dengan banyak rantai itu diringkas.” Menteri Pertanian menghitung ada tujuh rantai distribusi bahan pangan. Bulog merusaha meringkasnya hanya dari petani, pengumpul, Bulog, dan langsung ke pasar. Dengan memangkas rantai distribusi penjualan ini akan mengurangi biaya dan menekan harga.

 

Wahyu mengakui efektivitas intervensi langsung Bulog untuk komoditas bawang merah. Pada 10 Juni lalu, harga bawang merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rp 35-40 ribu per kilogram. Ketika Bulog berencana operasi pasar bawang merah, harganya langsung turun menjadi Rp 25 ribu. Dan ketika barang Bulog masuk dalam operasi pasar, harganya turun ke Rp 18-20 ribu. “Kami kirim ke Jakarta dengan harga Rp 17 ribu.”

 

Cara ini tidak hanya diterapkan di Jakarta. Tapi juga di Medan, Surabaya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua, supaya harga bawang tidak terlalu mahal untuk konsumen. Intervensi Bulog berlaku juga untuk jagung, kedelai, bawang merah, cabai merah, gula, dan daging.

 

[DAVID PRIYASIDHARTA/TEMPO]

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.