Beranda Ekonomi

Kekayaan Cina Gusur Jepang

BERBAGI
gbekonomi cina
(emoney-news)
gbekonomi cina
(emoney-news)

Beijing, Cina mengambil posisi Jepang sebagai negara terkaya kedua di dunia setelah Tokyo mengumumkan angka ekonomi mereka sebesar US$5,474 triliun di akhir tahun 2010, sementara Cina mendekati US$5,8 triliun di periode yang sama.
Tahun lalu ekonomi Jepang terpukul akibat menurunnya angka ekspor dan permintaan konsumen, sementara Cina menikmati ledakan manufaktur.
Dengan angka pertumbuhan seperti saat sini, pengamat menilai Cina sepertinya juga akan mengambil alih AS sebagai negara terkaya di dunia dalam satu dekade.
“Sangat realistis untuk mengatakan kalau dalam 10 tahun kekuatan ekonomi Cina akan sama dengan AS,” kata Tom Miller dari GK Dragonomics, konsultan ekonomi di Beijing.

 

Permintaan negatif
Berdasarkan data terakhir, ekonomi Jepang berkontraksi sebesar 1,1% dalam tiga bulan terakhir tahun 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang turun 0,3% dari kuartal sebelumnya. Ini merupakan yang pertama dalam lima kuartal terakhir ekonomi Jepang mengalami kontraksi dan ini disebabkan oleh penurunan permintaan domestik dan ekspor.

 

Analis mengatakan meski awal tahun ini permintaan meningkat, tetapi tidak akan ada kebangkitan mendadak dalam ekonomi Jepang.
Takeshi Minami, kepala ekonom di Institut Riset Norinchukin mengatakan, “akan sangat sulit bagi perekonomian Jepang untuk bangkit dari tidur dalam periode Januari-Maret”.
“Meski ekonomi tidak akan memburuk, tetapi pemulihan tidak cukup bagi warga yang benar-benar merasakan keterpurukan ekonomi.”
‘Dekade yang hilang’

 

Jepang saat ini tengah berjuang untuk keluar dari masa dimana banyak analis mengatakan seperti ”dekade yang hilang” saat ekonomi Jepang juga terpuruk pada tahun 1990 ketika pasar properti jatuh.
Permintaan domestik jatuh dan ekspor juga menurun karena konsumer lebih memilih produk yang lebih murah dari Cina.
Akibatnya, mayoritas pertumbuhan Cina didapat dari ledakan manufaktur dan ekspansi industri domestik dan infrastruktur yang berlanjut.

 

“Penekanannya pada infrastruktur,” kata Duncan Innes-Ker dari Economist Intelligence Unit (EIU) di Beijing.

“Mereka membangun jauh dari permintaan orang kebanyakan. Dan karena infrastrukturnya telah terbangun maka banyak perusahaan yang kesana.”

 

Gambaran besar
Mayoritas ekonom setuju kalau disaat ekonomi Cina tumbuh, dan terjadi peningkatan kekayaan secara individual, tetapi hal itu tidak menggambarkan seutuhnya jika dibanding dengan ekonomi Jepang.
“GDP per orang di Cina sekitar US$4.500, tetapi di Jepang berada pada kisaran $40.000 per orang,” kata Miller dari GK Dragonomics.
“Masih banyak orang Cina yang miskin, lebih banyak orang tinggal di pinggiran kota ketimbang di pusat kota. Secara rata-rata orang Jepang lebih kaya dari orang Cina”. (bbc)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.