Investasi Asing di Indonesia: Bukan Jaminan Kesejahteraan

BERBAGI
Investasi
Investasi
citraindonesia

Salah satu manusia terkaya di dunia, Carlos Slim, menyebut Indonesia sebagai tempat investasi paling menarik di dunia saat ini. Tapi peneliti ekonomi dari Econit, Dr. Hendri Saparini, mengatakan investasi asing bukan jaminan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam wawancara dengan Radio Australia, Dr. Hendri Saparini mengatakan, memang saat ini investasi di Indonesia bisa memberikan banyak keuntungan bagi pihak penanam modal asing.

“Yield (penghasilan) dari investasi di negara lain paling-paling antara 0 sampai dengan 2 persen, sedangkan di Indonesia bisa mencapai 6 persen,”

Menurut Dr. Hendri Saparini, investor asing umumnya tertarik pada hanya 3 jenis investasi di Indonesia, yaitu perkebunan, pertambangan dan infrastruktur. Dan akhir-akhir ini, investasi tersebut merambah juga ke bidang telekomunikasi. Dalam beberapa bidang tersebut, tidak adanya perencanaan yang baik bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Kesejahteraan masyarakat lokal juga menurutnya belum tentu terjamin.

“[Investor asing] memiliki ketergantungan impor yang luar biasa, sehingga investasi yang masuk juga akan membawa ketergantungan terhadap kebutuhan-kebutuhan tidak hanya bahan penolong dan baku dari luar, bahkan sekarang tenaga kerja sudah dibawa dari luar. Bagi investor asing, kita betul-betul surga untuk sektor portfolio maupun direct investement.

“Tapi bagi masyarakat Indonesia, kenapa ini terus terjadi gejolak? Kenapa terjadi konflik dengan masyarakat? Karena kita tidak mengatur sama sekali investasi-investasi asing yang masuk,” katanya.

Selain itu, dia melihat penyelenggara negara terkadang melupakan tanggung jawab pilar ekonomi seperti diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

“Seharusnya kita bicara apa itu amanah konsitusi. Pembukaan UUD 1945 mengatakan [kegiatan ekonomi] untuk mendorong kesejahteraan rakyat. Batang tubuh menyatakan ada enam pasal bagaimana mengelola ekonomi. Itulah yang diamanahkan oleh konstitusi. Penyelenggara negara itu seharusnya tunduk kepada apa yang selalu menjadi janji mereka pada saat menjadi pejabat publik.”

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.