Minat Belajar Bahasa Indonesia di Australia Menurun

BERBAGI
gb indoaus
(gb. theage)
gb indoaus
(gb. theage)

Adelaide-berita9online, Firdaus, seorang dosen senior bahasa Indonesia dari Universitas Flinders di Adelaide, Australia Selatan menemukan minat para pelajar Australia untuk mempelajari bahasa Indonesia terus menurun drastis karena berbagai isu politik, sosial serta ekonomi yang kompleks.

 

Penyebabnya dari berbagai perspektif mulai dari sosial, politik hingga kepemimpinan serta kebijakan pemerintah Australia.
 “Masalahnya bukan hanya satu atau dua alasan saja, tapi kompleks. Ada masalah politik, sosial, dan ekonomi serta budaya,” kata Firdaus.
Ia menyebutkan salah satu masalah utama penyebab merosotnya ketertarikan pelajar Australia mendalami bahasa Indonesia adalah politik dan ekonomi.
“Dahulu pemerintah Australia memberikan banyak dana dan dukungan untuk mempelajari bahasa-bahasa Asia, terutama bahasa Indonesia.
“Ekonomi Indonesia sangat berkembang sebelum krismon, dan ada banyak mahasiswa yang mempelajari bahasa Indonesia dengan tujuan bisa mendapat pekerjaan yang baik di Australia dan Indonesia dengan ketrampilan yang mereka punya.
“Sepuluh tahun terakhir, politik di Australia yang berhubungan dengan Indonesia berdampak negatif pada masyarakat umum seperti isu-isu mengenai terorisme atau perdagangan ternak. Sehingga mau tidak mau berdampak pada institusi pendidikan,” ujarnya.
Firdaus juga menyampaikan keprihatinannya mengenai semakin berkurangnya akademisi-akademisi ahli Indonesia di Australia karena umur dan kurangnya regenerasi.
“Australia adalah salah satu negara yang ahli Indonesia paling banyak. Sekarang ahli-ahli ini sedikit demi sedikit mengundurkan diri, karena [pensiun]. Kurangnya regenerasi ahli-ahli ini akan menjadi kerugian untuk negara Australia karena pengetahuan yang akan hilang,” pungkas Firdaus.
Ia memaparkan semakin banyak warga Australia yang fasih berbahasa Indonesia akan sangat menguntungkan Australia.
“Kalau kita bisa bahasa dari suatu tempat, maka banyak pintu akan terbuka. Kita akan diterima dengan kedua belah tangan dan dianggap sebagai salah satu dari mereka. Ini adalah suatu posisi yang sangat berpengaruh.
Tapi, Firdaus menyesalkan, keuntungan itu tidak terlalu terlihat.
“Perlu diperlihatkan bahwa tidak hanya menguntungkan untuk ekonomi, tapi dalam hal-hal yang lain.
“Para guru, pemimpin-pemimpin masyarakat Australia harus memberikan pengertian bahwa Indonesia adalah negara tetangga yang toleransi dan pengertian harus dijalin. Dan salah satu jalan menuju kesitu adalah pengertian bahasanya”
Firdaus juga menekankan akan pentingnya peranan Indonesia dalam mempopulerkan bahasa Indonesia di Australia.
“Peranan masyarakat Indonesia di Australia sangat besar. Tapi dipihak lain, diperlukan juga peranan dan dukungan pemerintah Indonesia. Karena pemerintah sangat berkepentingan untuk melihat bahasanya populer di Australia.
“Perlu memberikan ikan sosial yang lebih positif untuk melawan isu-isu yang negatif.”
Pada bulan Oktober 2012, Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengeluarkan buku putih mengenai Abad Asia. Di dalamnya, pemerintah Australia berkomitmen untuk mengembangkan kebijakan strategis dengan negara-negara kawasan, termasuk Indonesia.
Salah satu golnya adalah meningkatkan kefasihan rakyat Australia berbahasa Indonesia. (abc australia)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.