Beranda Daerah Suksesi NU Jatim

19 dari 20 PCNU Terima LPJ, Kiai Miftah-Mutawakkil Hampir Pasti Terpilih Lagi

BERBAGI
gb miftah-mutawakkil
Dari kanan: Kiai Miftachul Ahyar dan Kiai M. Hasan Mutawakkil Alallah.
gb miftah-mutawakkil
Dari kanan: Kiai Miftachul Ahyar dan Kiai M. Hasan Mutawakkil Alallah.

Sidoarjo-berita9online, Sampai dengan Sabtu, 01/06/2013, pukul 17.10 WIB, 20 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) sudah menanggapi laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di bawah pimpinan Kiai Miftah-Kiai Mutawakkil. Sisanya akan menyampaikan penilaian dan pandangan sekitar pukul 19.15 WIB.

 

Dari 20 PCNU yang menyatakan unek-uneknya, 19 diantaranya menerima LPJ. Satu PCNU yakni Kabupaten Jombang menilai LPJ Kiai Miftah-Mutawakkil kurang bagus. Bahkan utusan PCNU Bawean, Bangil, Kota Probolinggo, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Kencong, Pasuruan menyatakan merima 100%. Ini menyiratkan dukungan pengurus cabang kepada pasangan Kiai Miftah-Mutawakkil masih sangat besar untuk dicalonkan kembali.

 

Bukti lainnya bisa dilihat dari voting Sidang Pleno Tata Tertib tadi pagi yang menunjukkan, 25 utusan cabang masih menghendaki agar pengurus wilayah domisioner memiliki 1 hak suara dalam pemilihan rois syuriah dan ketua tanfidziyah. Sedangkan yang menolak hanya 15 cabang. Sehingga, pendukung duet Kiai Miftah-Mutawakkil di atas kertas masih tinggi, dan diperkirakan akan terpilih menjadi pasangan Rois Syuriah dan Tanfidziyah tanpa proses pemilihan yang alot.

 

TV9, Aswaja Center, dan Turba

Yang menjadi catatan pengurus cabang dari LPJ Kiai Miftah-Mutawakkil adalah jangkauan TV9 yang masih minim. Mayoritas warga NU di Jawa Timur belum bisa menikmati acara TV favoritnya itu. Selain TV9, Aswaja Center yang didirikan untuk memperkuat warga NU dari serangan Wahabi-Salafi dirasa kurang maksimum dan sinergis dengan lembaga lain yang ada, misalnya Ma’arif, LDNU, dan LTMI.

 

Meski didukung banyak pengurus cabang, rupanya Kiai Mutawakkil banyak dikritik soal jarangnya berkunjung ke daerah. Hampir semua cabang mengeluhkan yang satu ini. Bahkan beberapa cabang mengeluhkan tidak pernah dikunjungi ketua tanfidz itu selama 5 tahun masa jabatannya.

 

Mendapat kritikan soal Turba, kiai Mutawakkil menyadari kelemahan tersebut. Beliau berjanji, seandainya nanti bukan ketua Tanfidz NU Jawa Timur lagi, Beliau akan berkunjung ke daerah-daerah bersama istrinya. “Cuma jangan ditanya dengan istri ke berapa saya berkunjung”,jelas Kiai pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo itu sambil bercanda.(MHA)

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.