Rangkaian Harlah dan Konferwil NU Jatim

BERBAGI

 

konferwiljatim

Surabaya, Saat ini pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tengah menyelenggarakan dua event besar. Pertama, Peringatan Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama (NU) ke-90, dan yang kedua konferensi wilayah.

 

Untuk itu pengurus wilayah di bawah pimpinan KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, SH. MM. menggelar berbagai acara dimulai dengan ziarah, baktis sosial, jalan sehat bersama kiai-santri, pagelaran wayang, seminar, santunan anak yatim, donor darah, pengobatan gratis, sampai dengan sholawatan.

 

Menurut Kiai Mutawakkil, ziarah ke makam para muassis NU dimulai 14 April lalu. Pengurus wilayah NU jawa timur yang dibagi dua rombongan yaitu menuju ke Kediri dan Madura. Rombongan ke arah Kediri mengunjungi makam almarhum Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki. Sedangkan rombongan ke Madura mengunjungi makam Kiai Saihona Cholil di Bangkalan.

 

Selesai ziarah Kediri dan Madura kedua rombongan bertemu di Tebuireng, Jombang untuk ziarah ke makam Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari, kemudian Denanyar ke makam Kiai Bisri Syansuri, dan Tambakberas ke makam Kiai Wahab Chasbullah.
“Setelah itu ada forum-forum ilmiah seperti seminar tentang ekonomi dan hukum di Empire Palace, kegiatan sosial seperti pap smear, santunan anak yatim, donor darah, pengobatan gratis, dan kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti gowes bersama kiai dan santri”tutur pengasuh ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo itu.

 

gbwakkil
Kiai Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM.

Kiai Mutawakkil menjelaskan, tanggal 24 Mei, panitia meggelar pertunjukan wayang dengan dalang Ki Enthus Susmono dengan lakon ‘Ditemukannya Kalimosodo’ di pendopo kabupaten Sidoarjo. Sebelumnya Ki Enthus akan memainkan lakon ‘Hilangnya Kalimosodo, namun panitia minta diganti ‘Ditemukannya Kalimosodo’. Ditanya apakah ada maksud tertentu dengan perubahan tema itu, kiai Mutawakkil menjawab,”Untuk mengetahui maksudnya, silahkan lihat sendiri pertunjukkannya”.
Tanggal 26 panita melanjutkan kegiatan dengan ‘jalan sehat bersama kiai-santri’ yang melibatkan masyarakat, kemudian istigotsah dan tahlilan dalam rangka harlah NU. Esoknya tanggal 27, panitia menyelenggarakan sholawatan bersama habib Syekh asal Solo di Gor Delta, Sidoarjo.

 

Selesai pra konferwil dan harlah NU, dimulailah pembukaan Konferensi Wilayah pada Jum’at malam tanggal 31 Mei di Ponpes Bhumi Sholawat, Sidoarjo. Sabtu pagi, 01 Juni dilanjutkan sidang pleno dan rangkain konferwil lainnya sampai dengan Minggu/Ahad malam.
Tema harlah dan konferwil menurut kiai Mutawakkil adalah ‘Menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai Wadah Berjihad Menegakkan Kebenaran dan Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’

 

Sebelum akhir wawancara kiai Mutawakkil menjelaskan bahwa di dalam konferensi ada beberapa sidang komisi yaitu komisi organisasi, komisi program, tausiyah/rekomendasi. Kemudian bahsul masail yaitu pembahasan masalah-masalah keagamaan. Bahsul masail ini dibagi tiga: waqi’iyah-kasualistis, maudluiyah-tematis, dan qanuniyah untuk meninjau kebijakan-kebijakan pemerintah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tulis Komentar

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.