Beranda Daerah

Ponpes Darul Abror Bukateja Gelar Tabligh Akbar

BERBAGI
gb. hadroh
gb. Hadroh
gb. hadroh
gb. Hadroh

berita9online,  Sabtu, 6 Sya’ban 1434 /15 Juni 2013 MH, Pondok Pesantren Darul Abror, Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, menggelar akhirussanah lil ikhtitam Kitab Ihya Ulumiddin yang ke 5  dan harlah Pondok Pesantren Darul Abror yang ke 22. Acara yang berlangsung sangat meriah itu dibuka dengan penampilan santri putra dan putri Darul Abror mulai dari tingkat Madrasah sampai Tsanawiyah.

 

Tepat pukul 20.00 acara dibuka dengan kalam ilahy oleh Ustad Ahmad Muhaji Muhson dan berlanjut dengan sambutan oleh KH Abror Musodiq, pengasuh Ponpes Darul Abror. “Alhamdulillah Pondok Pesantren sudah menghatamkan kitab Ihya Ulumididn, ini merupakan kitab yang merupakan wasiat dari guru saya.

 

Berikut sambutan lanjutan dari kiai Abror(a’wan syuriah NU Purbalingga):

“Alhamdulillah, Ponpes sanggup mengembangkan pendidikannya formal. Dahulu ponpes hanya menyeenggarakan pondok salafiyah. Salafy dan salafiyah itu beda. Ponpes salafy itu dirintis oleh para ulama sepuh seperti yang dirintis oleh para wali songo. Setiap manusia , setelah kita berfikir diajak oleh teman-teman tapi kenapa berdebu-debu. Setelah saya melihat, mana bisa MI dan kita gembleng bisa bersaing dengan lulusan pendidikan formal. Memang setelah kita amati, wali murid atau wali santri tertarik, sehingga mondok di ponpes Darur Abror. Dari pada dititipkan di SMP dan SMA. Alhamdulillah sekarang Ponpes Darul Abror sudah mendirikan MTS. Setelah itu, kita mendirikan STM.Insya Alloh, Pondok Pesantren Darul Abror ini santrinya dari luar daerah. Saya senang, setelah ada madrasah bisa saya berpromosi MTS-MTS yang ada di kecamatan Bukateja”, jelas kiai Abror.

STM sekarang muridnya sudah mulai banyak, target pengurus dan yayasan, tahun ini gedung baru akan selesai. Mudah-mudahan setelah diresmikan oleh Kakanwil Depag Jawa Tengah, Ponpes Darul Abror semakin maju dan berkembang.

 

Ketika saya belajar di Pesantren, Mbah Kyai Muhtar Syafaat Abdul Gofur sering kali, kamu harus mencintai dari beberapa ilmu. Jangan hanya hidup dari satu ilmu saja. Kalau bisa hanya mencangkul, kemana saja nanti hanya mencangkul. Tapi insyaalloh dengan bekal yang ada ada program unggulan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bisa menjadi bekal bagi santri-santri di kemudian hari.

Intinya Darul Abror sudah menyelenggarakan pendidikan formal. Sekarang harus menyesuaikan dengan prkembangkan situasi jaman.,Saya punya punya guru Kyai Mualim, kita harus berfikir London berjiwa Masjidil Haram.

 

gb. jamaah
gb. jamaah

Berikut tausiyah ke-2  oleh Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Khaeruddin, MA:

“Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia karena bisa dipertemukan denga teman-teman lama. Saya malam hari ini saya sangat berbahagia, ibaratnya saya kampung. Saya hampir 18 tahun di Purbalingga ini. Karena saya juga pernah mengajar di MAN Purbalingga.

“Nikmat itu artinya ketemu. Pertanyaannya ketemu dengan siapa? Apa? Hobbynya? Itulah nikmat. Saya merasa berbahagia sekali. Nikmat pada hari ini, kita masuk ke surga dengan berbondong-bndong, bersama sama dengan para ulama, umaro dan kyai-kayai yang kita cintai. Nabi Yusuf doanya cuma dua; Tawaffani musliman, matikanlah dalam keadaan muslim. Wa al-khiqni bis sholihin , Dan golongankanlah saya dengan orang-orang yang shaleh.”

 

Kehadiran kita ini kita masuk dalam sorga dalam keadaan berbondong-bondong. “Saya baru 6 bulan dilantik jadi Kakanwil Jawa Tengah. Alhamdulillah, Purbalingga selalu saya dahulukan. Kementrian agama punya visi dan misi , meningkatkan terwujudnya masyarakat yang taat beragama. Taat beragama itu besar, Pak. Sekaligus hanya diterapkan di kementrian agama itu tidak mungkin.Tanpa ada nya kerja sama denagan tokoh masyarakat dan agama di Jawa Tengah. Indikator untuk mewujudkan masyarakat yang taat beragama.”

 

“Alhamdulillah jamaah haji, kalau mendaftar sekarang, tahun 2025 baru bisa berangkat. Jamaah haji di Indonesia ada 1, 25 juta orang. Tahun ini Jawa Tengah ada 250 ribu jamaah. Tapi karena ada pemotongan kuota dari Arab Saudi, jumlah nya pada kisaran 230 ribu jamaah. dalam rangka keselamatan dan kenyamanan jamaah haji karena ada rehabilitasi masjid. Karena itu, mohon maaf sekali, karena ada kebijakan yang diberikan oleh Raja Arab memang cuma segitu. Kedua, sekarang alhamdulillah, tidak hanya pendidikan formal, pendidikan non formal di pesantren. Kelulusan tingkat Madrasah, 99,9 %, Madrasah Tsanawiyah, 99,8%. Kalau dahulu MTS itu singkatan dari Madrasah Tengah Sawah. Orang dahulu menyekolahkan anaknya ke MTS kalau sudah tidak bisa diterima di mana-mana. Sekarang tidak.

“Pendidikan Salafiyah, sekarang sudah menyelenggarakan pendidikan formal mulai dari madrasah, tsanawiyah sampai aliyah.”

 

Rasulullah SAW mengajarkan anaknya agar berenang.’didiklah anak-anakmu berenang’. “Apa artinya berenang? Sebenarnya hadist ini tidak hanya secara harfiyah artinya berenang saja. Falsafahnya kalau kita tarik dalam kehidupan sekarang ini adalah kita, anak-anak kita, termasuk kita ini hidup bagaikan mengarungi lautan.Di mana kita banyak tantangan, godaaan baik di kanan kiri kita. Kalau kita tidak punya ilmu, maka kita akan tenggelam.

 

Kalau dulu, saya belajar bahasa Inggris saya belajar bahasa Inggris saya miris-miris, sama kiyainya dilarang. ‘Itu pelajaran orang-orang kafir katanya. Tapi sekarang sebaliknya, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab merupakan kebutuhan kita. Rasulullah SAW bersabda,”Saya cinta Arab karena tiga; saya bangsa Arab, Al Qur’an bahasa Arab dan komunikasi di Surga dengan bahasa Arab.” Ini menandakan pentingnya bahasa Arab.

 

Saya teringat pidatonya KH Fuad Hasyim (alm), ”Kamu harus melayani ulama. Karena ulama, kiriknya (asu, anjing) nya ulama masuk ke dalam surga , apalagi muridnya (seperti dikisahkan dalam Ashabul Kahfi). Artinya, para ulama punya program ini kita bantu dan kita dukung. Kiyai itu cirinya punya bakiyak, bakho wa yakin. Yang kedua, kiai selalu memakai Kopiyah. Walaupun ia pintar, tapi tawadduk, bukan tahu warna duwit. Istiqomah,ikatan suami takut istri di rumah, bukan itu.

 

Jawa Tengah termasuk wilayah yang kondulsif, alhamdulillah aman. Dari pergesekan antar umat beragama . Kalau Jakarta sampai 25 %, Jawa Barat 20 %, Jawa Tengah cuma 14%.

“Alhamdulillah sekarang, kualitas umat beragama dan kualitas antar umat beragama semakin meningkat. Kerukunan antar umat beragama, bangunan tempat ibadah semakin banyak dan orang-orang memakai jilbab juga sudah banyak,” kata H. Khairuddin, MA.

 

Sekitar pukul 22.00 KH Fadlul Mubarok dari Jakarta sebagai penceramah utama tampil dengan berapi-api menyampaikan pentingnya belajar kitab Ihya Ulumiddin.”Pengajian Ihya Ulumiddin itu merupakan investasi modal mental. Di adakan Ihya Ulumiddin agar supaya mentalnya kuat.Setelah mental, rohani, agama nya kuat maka persatuan dan negaranya ikut kuat!”

Tepat pukul 24.00 acara ditutup dengan doa dan jamaah pengajian dihbur dengan hadrah dan sholawat al Muhiddin, dari santri-santri Ponpes Darul Abror.(Aji Setiawan).

Tulis Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.